Mahalnya belajar di Luar Negeri


Belajar Di Luar Negeri, Australia Paling Mahal

Mahalnya belajar di Negeri Australia

Mahalnya belajar diluar Negeri

Sobat Generus Indonesia, Australia menjadi negara termahal di dunia untuk lokasi belajar bagi mahasiswa asing.
Demikian dilansir news.com.au, Selasa (13/8). Dengan berada di peringkat termahal sebagai tempat belajar, Australia mengalahkan Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, dan Hong Kong.
Belajar di Australia, seorang mahasiswa asing rata-rata mengeluarkan biaya 38 ribu dolar Australia per tahun untuk kuliah dan biaya hidup. Peringkat biaya kuliah itu berdasarkan studi yang dilakukan Bank HSBC di 13 negara dan wilayah.
Sekalipun dilabel sebagai negara termahal untuk kuliah, Australia tetap menjadi salah satu destinasi populer untuk belajar bagi pelajar asing (internasional). Menurut Kepala Finansial Personal HSBC Australia, Graham Heunis, penurunan nilai mata uang dolar Australia telah mendorong dan menjadikan Australia sebagai destinasi populer belajar bagi mahasiswa internasional. Baca lebih lanjut

Lebih 2 Jam Nonton TV Anak bisa Jadi Bodoh


Lebih 2 Jam Nonton TV Anak bisa Jadi Bodoh

Pengaruh negatif nonton TV buat Anak Balita

Pengaruh negatif nonton TV buat Anak Balita.

Sobat Generus Indonesia, anak balita yang terlalu lama menonton televisi dapat tertinggal dalam kemampuan berbicara dan berhitung. Lebih dari 2 jam menonton TV dalam sehari, seorang anak bisa jadi bodoh.
Penelitian terbaru juga menyimpulkan bahwa bagi bayi berusia dua tahun, setiap satu jam kelebihan menonton dari batas waktu dua jam menonton dapat mengakibatkan dampak negatif pada kemampuan akademiknya serta dia lebih berisiko di-bully.
Hal tersebut disebabkan mereka tidak cukup mampu mengikuti proses membesarkan diri karena masalah konsentrasi dan fisik yang tidak sehat bugar.
Penelitian yang dilakukan oleh University of Montreal merupakan studi pertama yang menemukan hubungan antara terlalu banyak menonton televisi dan risiko bayi yang miskin keterampilan motorik serta bermasalah dalam psikososial.
Profesor Linda Pagani yang memimpin penelitian itu mengingatkan orangtua agar membatasi balita menonton televisi tidak lebih dari dua jam TV sehari.
Dia mengemukakan masalah dalam psikososial serta kurangnya kemampuan motorik gara-gara terlalu banyak menonton televisi bisa menjadikan anak di-bully oleh teman-temannya. Baca lebih lanjut