Cinta Pada Orang Miskin


Cinta Pada Orang Miskin

Allah dan Rasul mengajarkan pada kaum Muslimin agar mencintai dan mau bergaul dengan orang miskin.
Melalui surah Al-An’am ayat 52 Allah Ta’ala melarang umat Islam meninggalkan / mengabaikan / meremehkan orang miskin yang beriman.
وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ (52)۰
“Janganlah kalian mengusir orang-orang yang menyembah Tuhan mereka pada waktu pagi dan sore karena berharap wajah Allah, bukanlah tanggungjawabmu menilai mereka sedikitpun juga pahalamu tidak tergantung pada mereka, apabila engkau meninggalkan mereka maka engkau tergolong orang-orang yang dzalim”.
Sebaliknya, seperti terungkap dalam Hadist Ibnu Majah No. 4127 Kitabu Zuhdi, Kaum Muslimin tidak boleh memberi prioritas pada orang kaya dan hendaknya orang kaya tidak ingin minta diistimewakan dalam kalangan kaum Muslimin. Baca lebih lanjut

Iklan

Menjaga Aurat bagi Pria dan Wanita


Menjaga Aurat bagi Pria dan Wanita

Menjaga Aurat bagi wanita

Menjaga Aurat bagi wanita

Rasulalloh sholallohu alaihi wasallam memerintahkan kaum Muslimin dan Muslimat agar menjaga auratnya kecuali terhadap istrinya / suaminya masing-masing.

Menjaga aurat berarti menutupi seluruh anggota badan dari pandangan orang lain, yang bukan mahromnya.

Bagi wanita seluruh anggota tubuh adalah aurat yang harus ditutupi kecuali wajah dan telapak tangan sesuai dengan Firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 31 dan Hadist Termidzi No. 1173 Abwabu Rodho’.

Bagi laki-laki aurat adalah meliputi paha sampai pusar.

Juga, seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain yang bukan mahrom. Baca lebih lanjut

Kisah Ashabul Ukhdud


Kisah Ashabul Ukhdud

Kisah Ashabul Ukhdud,

Kisah Ashabul Ukhdud, Kisah Pemuda Iman melawan Raja yang kufur

Dalam Hadist Sunan Tirmidzi No. 3340, Shuhaib meriwayatkan:
Pada suatu sholat Ashar, Rasulullah S.A.W. menggumam, gumaman diantara ucapannya, Nabi menggerak-gerakkan dua bibirnya seolah-olah beliau sedang berbicara.
Ditanyakan pada Nabi: “Engkau wahai Rasulullah waktu sholat ashar bergumam”.
Nabi menjawab: “Seorang Nabi dari beberapa Nabi merasa takjub dengan umatnya”.
Ditanyakan: “Siapakah mereka itu?”
Maka Allah memberi wahyu pada Nabi Muhammad bahwasannya diantara pilihan disiksa atau tunduk pada musuhnya mereka memilih siksa. Maka mati merenggut mereka, hingga tujuh puluh ribu orang. Baca lebih lanjut

Makna Mimpi


Makna Mimpi

Bagi seorang Muslimin mimpi dalam tidur bisa mempunyai 3 makna.
Pertama, Mimpi seorang Muslim yang sholih merupakan bagian dari 70 sifat kenabian.
Bagi seorang Muslim yang sholih mimpi bisa berarti kabar gembira yang benar dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Kedua, mimpi buruk saat tidur merupakan gertak setan untuk menakuti manusia.
Ketiga, mimpi bisa jadi merupakan angan-angan seorang hamba yang terbawa waktu ridur.
Muslimin boleh menceritakan mimpi baiknya namun tidak boleh menyebarkan mimpi buruknya pada orang lain.
Seorang Muslim juga tidak boleh takut dengan mimpinya sehingga tidak mau berbuat karena persangkaan buruk pada mimpinya. Baca lebih lanjut

Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas


Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas

Cara Ampuh Mengatasi Rasa-Malas

Sobat GenerusIndonesia, kemalasan adalah musuh produktivitas. Jika kita malas, tidak ada cara lain kita bisa mencapai hal-hal yang berarti. Kita mungkin menunda-nunda melakukan sesuatu, atau bahkan jika kita melakukannya, kita melakukannya dengan setengah hati. Hasil berkualitas tinggi tidak akan tercapai dengan cara-cara seperti itu.

Jadi kita perlu untuk mengatasi kemalasan. Berikut adalah 16 tips yang saya anggap berguna untuk mengatasi kemalasan:

1. Olah raga

Sobat bisa merasa malas jika Sobat tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas Sobat. Berolahraga adalah cara yang baik untuk meningkatkan tingkat energi Sobat sehingga Sobat merasa berenergi dan waspada sepanjang hari.

2. Istirahat yang cukup

Tidak memiliki cukup istirahat juga bisa membuat Sobat malas. Bagaimana Sobat merasa antusias jika Sobat mengantuk? Jadi pastikan bahwa Sobat memiliki istirahat yang baik. Baca lebih lanjut

Mendidik dengan Hati


Mendidik dengan Hati

Mendidik dengan Hati

Keberhasilan pendidikan, khususnya di Sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemahiran guru dalam mengajar. Namun lebih kepada bagaimana ia mendidik para siswanya. Guru yang baik adalah seseorang yang bisa mengajar sekaligus bisa mendidik para siswanya. Dengan kemampuannya untuk mengajar dan mendidik secara baik, akan dihasilkan anak-anak yang tidak hanya pandai secara intelektual, namun juga secara akhlak dan keimanan. Pada akhirnya akan menghasilkan generasi penerus yang arif dan bijaksana.
Mengajar hanya terbatas pada pemberian materi atau bahan ajar, sedangkan mendidik lebih kepada bagaimana sikap dan perilaku guru dalam keseharian. Ia akan menjadi model atau figur teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, mengajar itu penting, namun lebih penting lagi adalah kegiatan mendidik. Mengajar lebih mengarah kepada bagaimana membangun kecerdasan pikiran manusia; membangun manusia-manusia yang pandai secara intelektual. Kegiatan mendidik lebih condong kepada proses bagaimana menyadarkan peserta didik dapat mengubah dirinya menjadi manusia seutuhnya, baik secara intelektual, spiritual, moral dan sosial. Penyadaran itu tidak bisa dilakukan melalui pengajaran saja, tetapi terutama lewat pendidikan di mana prinsip keteladanan dari sang guru diberlakukan. Tanpa sebuah keteladanan (melalui kata maupun tindakan) yang baik, seorang siswa yang nakal akan tetap menjadi nakal, bahkan mungkin akan semakin nakal. Baca lebih lanjut

Keutamaan Istighfar


“Sesungguhnya sebagian dari keterangan itu niscaya (betul-betul) menyihir.” (H.R. Muslim).

Apa hubungannya istighfar dengan sihir? Tak ada. Tapi saya sengaja ingin mengetengahkan sebuah cerita yang mudah-mudahan bisa memacu adrenalin kita untuk rajin beristighfar. Makanya, terbersit secercah harapan setelah membaca cerita di bawah ini, kita semua bisa menjadi ahli istighfar. Cerita di bawah bisa menyihir kita semua menuju ke sana. Semoga.

Dalam Kitab Shifatus Shafwah karangan Ibnul Jauzi, Sang Imam Besar – Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Abu `Abd Allah al-Shaybani – yang sering dikenal dengan Imam Hambali, kemalaman di suatu negeri, ketika menempuh salah satu perjalanannya. Ia pun kebingungan untuk mencari tempat bermalam. Tak ada penginapan Baca lebih lanjut

LDII Galakkan Tri Sukses Dukung Generasi Emas Indonesia


Pemerintah Indonesia telah mencangkan program generasi emas Indonesia 2045. Tepat pada tahun 2045 Indonesia 100 tahun terlepas dari belenggu penjajah. Ditahun tersebut Indonesia mengharap memiliki gold generation yang dapat membangun bangsa kearah yang lebih baik.

Tahun 2013 ini hingga 2035 adalah masa menanam generasi emas tersebut. Oleh karenanya, dalam kurun waktu tersebut pemerintah dan segenap masyarakat terus menggalakkan program pendidikan. Salah satu bukti keseriusan pemerintah ialah dengan penerapan Kurikulum 2013.

Dalam kurikulum 2013 tak hanya aspek kognitif (transfer keilmuan) yang dikejar. Pemerintah juga mulai menekankan pentingnya pendidikan karakter (aspek afektif). Melihat kenyataan akhir-akhir ini dimata nilai-nilai keluhuran bangsa semakin luntur. Aspek ketiga yang menjadi tujuan pemerintah ialah aspek psikomotorik (kemandirian). Keseimbangan antara 3 komponen ini adalah modal dasar dalam rangka menyongsong generasi emas indonesia 2045.

Ketercapaian penguasaan akademik, karakter yang santun dan keterampilan yang mumpuni merupakan faktor kunci untuk menghasilkan manusia Indonesia yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif.

Dengan demikian harapan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang menempati posisi 12 besar dunia pada 2025 dan 8 besar dunia pada 2045 dalam pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Baca lebih lanjut

Persyaratan Seorang Pemimpin


Pemimpin-LeaderKepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.
Di dalam kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Sedang pengertian ‘kepala’ menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.

Baca lebih lanjut