Peran Orangtua dalam Pendidikan


Ayah memegang peranan penting dalam mendidik anak

Ketua Umum Fatayat Nahdhatul Ulama, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M. Sc: “Peran Orangtua dalam Pendidikan”

Ketua Umum Fatayat Nahdhatul Ulama, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M. Sc: “Peran Orangtua dalam Pendidikan”

Negara tetangga kita Malaysia begitu kuatnya membangun kekuatan keluarga sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional. Karena mereka melihat faktor keluarga adalah faktor yang sangat penting, maka setiap tahun mereka melakukan pertemuan Asia Pasific tentang keluarga. Di negara kita, ada HARGANAS (Hari Keluarga Nasional) tanggal 9 Juni. Tetapi sayangnya, di Indonesia, Hari Keluarga Nasional tidak populer dan tidak marketable.
Dalam membangun karakter keluarga, khususnya anak, nilai yang pertama kali ditanamkan adalah aqidah, sebagaimana Luqman menasehati anaknya untuk mendirikan sholat dan tidak melakukan syirik. Setelah mengenal tauhid, anak-anak diajarkan masalah akhlak. Dinamika kehidupan anak-anak belakangan ini, jika hanya dibebankan kepada ibu sangatlah berat. Sebanyak apapun hasil kerja dari seorang ayah, tidak akan pernah menggugurkan kewajiban sang ayah di dalam mendidik anak-anaknya.
Ayah memegang peranan penting dalam mendidik anak, baik dalam hal aqidah, syariat, kesabaran dan akhlak (karakter). Adapun Sayyidina Ali mengatakan ada 3 tahapan pendidikan terhadap anak, yaitu:

  1. Tahap bermain (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun;
  2. Tahap penanaman disiplin (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun;
  3. Tahap sahabat/lawan (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) 14 tahun ke atas.

Di samping itu, ibu memiliki peran yang luar biasa, dan jika ingin membangun pemuda yang berkarakter, maka ibunya juga harus pinter. Sebab ibu itu adalah sekolah pertama bagi anak. Seorang penyair Arab mengatakan: “Al Ummu Madrosatul Ula, Idzaa A’dadtaha A’dadta Sya’ban Khoirul ‘Irq”, artinya seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s