Kurikulum 2013 Tambah Satu Mata Pelajaran, boleh?


Kurikulum 2013 Tambah Mata Pelajaran

Kurikulum-2013-tambah-mata-Pelajaran

Saat ini sedang ramai dibicarakan tentang pengembangan kurikulum 2013 yang katanya tujuannya sebagai jawaban untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia hadapi perubahan dunia dan menciptakan anak didik yang kompeten dan bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk tingkat SD, katanya, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.

Tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka.

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.

Dikatakan untuk IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Dalam mengatasi permasalahan dunia pendidikan ini memang pemerintah sedang mencari segala macam cara yang cocok dan sesuai dengan karakter bangsa kita, yang semua tujuannya untuk menciptakan individu-individu yang siap tempur.

Dengan tidak mengesampingkan pentingnya mata pelajaran yang sudah ada, yang memang banyak materi yang perlu diketahui dan dipelajari oleh siswa, tapi akan lebih baik bila ditambah satu mata pelajaran lagi yang isinya tentang kepribadian dan budi pekerti, bagaimana membentuk pribadi-pribadi yang unggul dan tangguh sebagai modal dasar membangun bangsa ini.

Dalam mata pelajaran itu setiap hari setiap saat siswa dicontohkan dan diajarkan bagaimana cara bersikap yang baik dan sopan, cara bicara yang sopan, tertata dan anggun. Siswa juga diajarkan, dan dicontohkan bagiaman pentingnya bersikap jujur, bertanggung jawab dan lainnya. Sehingga pelajaran budi pekerti dan kepribadian ini akan terbawa terus bahkan menjadi melekat pada diri siswa dan akan terus menerapkannya pada kehidupanya, dilingkungan manapun dia berada, bahkan telah menjadi kepribadian dan karakter pada siswa-siswa tersebut.

Sekolah tidak saja mencetak orang-orang yang jago matematika, jago bahasa, jago sains dan jago-jago lainnya tetapi juga mempunyai kepribadian yang baik, yang tangguh, yang unggu dan mereka benar-benar disiapkan secara mental dan fisik untuk menghadapi perubahan dunia.

Banyak yang dapat di explore dengan mempelajari kepribadian, siswa menjadi lebih mengenali karakter diri dan orang lain, mengenal ekspresi diri, mengembangkan kepribadian sehingga dapat mengetahui dan menajamkan bakat-bakat yang sudah ada dalam dirinya.

Banyak orang yang belum dapat mengekspresikan rasa dengan tepat, karena tidak mengenal macam-macam ekspresi, misalnya kecewa sikap yang timbuh marah, rasa sedih sikap atau ekspresi yang timbuhl marah juga, dan lainnya. Nah dengan mengenal macam-macam ekspresi maka mereka dapat mengekspresikan dengan tepat setiap rasa yang timbul, baik itu senang, sedih, marah, kecewa, gundah, gelisah dan lainnya. Mereka dapat mengatasi kesedihan dan kekecewaan dengan baik, juga dapat mengekspresikan kebahagiaan dengan tidak berlebihan.

Dengan begitu kelak kita, bangsa ini, bangsa Indonesia mempunyai calon-calon pemimpin yang hebat, baik dalam pengetahuan dan kepribadiannya. Bangsa ini dapat mempunyai pemimpin yang benar-benara amanah, jujur, dapat dipercaya, bicara dengan anggun, tidak menyakiti orang lain, dan dapat menciptakan peraturan-peraturan dan undang-undang yang benar-benar tepat untuk semua masyarakat. Punya wakil-wakil rakyat yang sopan, yang tidak meneriakkan huuuu ketika seorang pejabat lain memasuki ruangan. Yang dapat bekerja secara amanah bukan semata-mata karena rupiah.

Saat ini banyak sekali kita temui sekolah-sekolah kepribadian yang mengajarkan kita bagaimana bersikap yang baik, dengan biaya yang cukup lumayan, dan tidak semua orang mengikuti kelas ini. Jika hal ini bisa diterapkan dan diajarkan di sekolah-sekolah maka banyak siswa dapat mendapatkan pelajaran ini. Sehingga banyak orang yang mempunyai kepribadian yang baik yang dapat menularkan hal-hal positif kepada lingkungannya. Amin…. (edukasi.kompasiana.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s