Lebih Suka Novel atau Versi Filmnya


Novel atau Film

Les-Miserables-book-coverKalau The Raid, dari film digubah menjadi komik, maka Les Misérables, dari novel dilayarkan menjadi film. Selain karya klasik Victor Hugo ini, yang sudah berkali-kali difilmkan dan kali ini disutradarai Tom Hooper, ada beberapa buku fiksi lain yang diangkat ke layar lebar. Yang ditunggu pada tahun ini di antaranya The Hunger Games: Catching Fire, yang diangkat dari novel buah tangan Suzanne Collins.
Sudah jamak novel diadaptasi menjadi film. Seluruh jilid serial Harry Potter-nya J.K Rowlings telah difilmkan dan disukai banyak orang. Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata difilmkan pula dan menuai sukses. Begitu pula dengan The Lord of the Rings yang ditulis oleh J.R.R. Tolkien.

Orang yang sudah membaca buku biasanya penasaran ingin menonton seperti apa filmnya. Karya klasik Victor Hugo dipujikan, sementara filmnya berhasil meraih beberapa penghargaan Golden Globe. Walaupun kedua karya itu, dalam bentuk buku maupun film adaptasi, sama-sama dipuji, orang masih juga membandingkan: manakah yang lebih bagus? Ekspektasi yang tinggi kerap membikin pembaca novel merasa kecewa seusai menonton versi filmnya.

Film adaptasi yang dianggap berhasil oleh banyak kritikus ialah The Silence of the Lambs (1991). Melalui besutan sutradara Jonathan Demme, Jodie Foster dan Anthony Hopkins dianggap berhasil menghidupkan karakter dalam novel karya Thomas Harris tersebut. Harian The Guardian Inggris memuji permainan mereka telah mendefinisikan-ulang dinamika hubungan polisi/pembunuh. Hopkins dianggap berhasil menyingkapkan sisi-dalam seorang psikopat yang sangat mengerikan.

Pembaca buku sering kecewa setelah menonton versi film buku favorit mereka. Film-film tertentu bahkan membikin mereka kesal atau frustrasi. “Kok nggak seperti bukunya, sih.” atau “Ah, lebih asyik baca bukunya.”

Orang terkadang lupa bahwa banyak hal memengaruhi pembuatan film hasil adaptasi sebuah buku. Sebagian isi buku mungkin harus ditinggalkan karena ada batasan durasi film. Alangkah repotnya bila semua detail yang digoreskan oleh penulis novel mesti dituangkan menjadi gambar hidup. Di sisi lain, sutradara dan penulis skenario mungkin menambahkan adegan yang tidak ada di dalam bukunya, seperti dilakukan Peter Jackson tatkala menyutradarai The Lord of the Rings.

Penulisan sebuah skenario film tidak akan lepas dari penafsiran penulisnya terhadap novel yang diadaptasi. Betapapun penulis skenario berusaha ‘taat’ kepada karya tersebut, ia tetap manusia yang punya penafsiran sendiri atas teks yang tertulis di novel itu. Begitu pula dengan sutradara ketika menuangkan teks skenario ke dalam film.

Pembaca buku juga mempunyai gambaran yang berbeda tentang karakter dalam sebuah novel. Ketika ia menonton versi filmnya, mungkin muncul komentar: “Kok gak mirip banget ya?” Sebagian orang, misalnya, menganggap pemilihan Tom Hanks untuk memerankan karakter Robert Langdon dalam The Da Vinci Codedianggap sebagai kesalahan casting. Pengritik ini berpendapat Harrison Ford (pemeran Dr Richard Kimble dalam The Fugitive) lebih cocok.

Dalam hemat saya, buku dan film merupakan entitas yang berbeda. Ketika berhadapan dengan buku, pembaca bebas menafsirkan teks yang tertuang dalam novel itu. Ia juga bebas berimajinasi tentang karakter-karakternya, membayangkan latar tempatnya, maupun adegan-adegannya.

Film jelas hasil pembacaan penulis skenario maupun sutradara serta elemen lainnya terhadap novel yang sama. Bila hasilnya tidak seperti yang dibayangkan pembaca buku, ya wajar saja. Les Misérables saja sudah lebih dari 10 kali difilmkan oleh sutradara dan pemain yang berbeda-beda. Hasilnya? Tentu saja, berbeda-beda!

Jadi tidak usah repot-repot membandingkan film Les Misérables dan The Hunger Games dengan novelnya. Nikmati saja keduanya sebagai entitas yang berbeda, siapa tahu dengan cara seperti itu justru memperkaya cakrawala kita. Ngomong-ngomong, novel dan film adaptasi mana yang Anda sukai? ***

Sumber: www blog tempointeraktif com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s