GENERASI INTERNET yang Maunya Serba Instan


GENERASI INTERNET

Ternyata generasi itu dikelompok-kelompokkan. Generasi yang lahir antara tahun 1946-1964 termasuk Generasi Baby Boomers, yang lahir tahun 1965-1980 termasuk kelompok Generasi-X. Dan yang lahir antara tahun 1981 s/d 1994 disebut sebagai Generasi-Y. Sedangkan anak Generasi-Z adalah yang lahir antara tahun 1994 s/d 2004.

Generasi-InternetApa bedanya? Pola belajar Generasi Baby Boomers dan Generasi-X tidak beda jauh dengan cara belajar Generasi-Y, karena pada masa itu belum ada booming era cyberaiau era digital. Di mata umum pun mereka menekuni jenjang belajar sampai bekerja berkesan biasa-biasa saja dan tidak ada yang aneh. Sedangkan untuk Generasi-Z, mereka dipenuhi dengan era digital yang unik, aneh, dan penuh tantangan. Berbagai peralatan super canggih, khususnya handphone, komputer, internet, play station/PS, iPod, iPad, home theatre, TV layar lebar, dll secara tidak langsung telah merubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat. Mendidik generasi ini sangat aneh motivasinya dan perlu kiat-kiat khusus.
Generasi-Z, yang sekarang sudah berusia ABG, remaja dan pra-dewasa, dalam banyak hal berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Anak-anak Generasi-Z ini menunjukkan ciri-ciri diantaranya memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses dan mengakomodasi informasi sehingga mereka mendapatkan kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya. Secara umum, Generasi-Z ini merupakan generasi yang banyak mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi, bermain, dan bersosialisasi.
Para ahli sebagian menamakan Generasi-Z sebagai generasi digital, ada pula yang memberikan terminologi lain, seperti net generation, naturally gadget generation, platinum generation, dan silent generation, dan diperkirakan akan terjadi booming Generasi-Z sekitar tahun 2020, di mana aktivitas-aktivitas Generasi-Z ini sangat mengandalkan alat berformat digital.

Disamping dampak positifnya, ketergantungan berlebihan terhadap peralatan canygih secara otomatis juga akan membawa dampak negatif bagi mereka, antara lain: anak cenderung berkurang dalam komunikasi secara verbal, qgnderung bersikap egosentris dan individual, cenderung menginginkan hasil yang serbacepat, serba-instan, dan serba-mudah, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses. Kecerdasan Intelektual (IQ) mereka mungkin akan berkembang baik, tetapi kecerdasan Emotional Intelligence (EQ) mereka akan menjadi tumpul.

Anak-anak Generasi-Z inilah yang akan kita “panen” padatahun 2030-an mendatang, dimana menurut ramalan McKinsey, bahwa pada tahun itu Indonesia akan menempati posisi ke-7 ekonomi dunia, mengalahkan Jerman dan Inggris. Mereka pada saat ini berada di bangku-bangku sekolah. Pertanyaannya kemudian adalah, proses pembelajaran yang bagaimanakah yang cocok untuk Generasi-Z ini? Dan upaya-upaya apa yang harus dilakukan orangtua dan guru agar anak Generasi-Z bisa mendapatkan pembelajaran yang tepat dalam menyiapkan era kepemimpinan mereka pada 18 tahun mendatang?
Mendampingi anak-anak Generasi-Z ini belajarakan menjadi sebuah hal yang sulit jika kita masih menerapkan metode pendidikan masa lalu, yang lebih menekankan anak untuk duduk diam dengan manis di mejanya, mendengarkan gurunya, menghabiskan waktu di balik gedung-gedung perpustakaan, dan juga merangkum atau menuliskan tumpukan PR-PR di dalam buku-tulisnya.
Kita harus meninggalkan cara lama agar kita sukses menghadapi masa depan. Inovasi dalam mengajar anak-anak Generasi-Z ini mutlak diperlukan, metode penyampaian materi, media pembelajaran yang digunakan dan bahkan sikap dan perlakuan secara psikologis terhadap murid juga harus disesuaikan dengan karakteristik mereka.
Pendekatan dalam pembelajaran yang berbeda diperlukan. Disamping itu juga adanya perlakuan khusus terhadap mereka. Mereka mempunyai konsep berpikiryang berbeda. Lingkungan yang mereka dapati bukan hanya pada alam nyata, akan tetapi juga alam maya. Mereka bersosialisasi secara virtual dan nyata, mereka menggali dan mendapatkan informasi dengan cepat dan aktual. Dan mereka dengan sangat senang mengambil semuayang mereka anggap menyenangkan ke dalam kehidupan mereka.
Maka, yang paling penting dilakukan sekarang, khususnya oleh orang tua dan guru (tenaga pendidik), adalah mendampingi dan memberikan pengertian yang benar mengenai peralatan itu dan cara memanfaatkannya dengan benar.
Ingat selalu, di jagad virtual, mereka mampu menemukan ribuan hal-hal menarik lainnya, entah itu yang dapat mendukung secara positif maupun negatif terhadap pola pikirdan perkembangannya. Pendampingan secara intensif terhadap akses mereka ke dunia virtual ini wajib dilakukan dan terus dipantau oleh guru maupun orangtuanya. Inilah yang selanjutnya menjadi tantangan kita bersama, kita harus menguasai dan ikut masuk ke dalam sistem ini, atau anak kita akan hanyut terbawa derasnya arus globalisasi teknologi dan informasi.//**

Begini Cara Mendidik Anak Generasi-Z

BEBERAPA kiat yang dapat diterapkan oleh orang tua dan guru agar tidak salah langkah dalam mendidik anak generasi Z, antara lain:

  • Pertama, mendekati anak lewat peralatan digital, dengan langkah ini, orangtua atau guru menjadi setara dengan si anak dan nyambung dengan kemampuan si anak.
  • Kedua, memberikan keseimbangan perkembangan otak kepada anak. Menurut para ahli aneka peralatan digital hanya akan membuat salah satu sisi otak manusia yang terstimulasi. Padahal seharusnya kedua belahan otak, baik belahan otak kanan maupun kiri distimulasi secara seimbang. Cara menyeimbangkannya antara lain dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan seni, seperti melukis, menari, musik dan lain sebagainya.
  • Ketiga, menumbuhkan kebersamaan si anak dalam keluarga. Kita tidak boleh membiarkan anak berlarut-larut dalam kesendirian dan terlalu akrab dengan peralatan digitalnya. Oleh karena itu orang tua harus menciptakan suasana yang hangat dalam keluarga sehingga anak menjadi pribadi yang peduli, dan senang bersosialisasi dengan orang

(NUANSA Persada)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s