Kenaikan BBM dan Masalah Energi


Kenaikan BBM

Artikel Kenaikan BBM

Sobat Generus indonesia, trending topic tentang kenaikan BBM sepertinya akan terus menjadi hot issue dalam beberapa minggu kedepan. Pasalnya mau tidak mau, salah satu sumber energi ini merupakan sumber energi yang sangat populer di masyarakat. Pemerintah pun telah mulai menggagas kenaikan sejak tahun lalu namun belum terealisasi. Dan tahun inilah puncaknya, sepertinya pemerintah mulai gerah dengan kondisi keuangan dan subsidi yang belum merata serta penggunaan bahan bakar minyak yang selalu melewati kuota.

Bayangkan saja, hanya karena masalah energi, masalah lain muncul dan meluas. Ketegangan masyarakat yang meluas di berbagai daerah, konflik sosial, politik, penimbunan yang berujung macetnya pasokan, dan lain sebagainya. Masalah ini tidak akan pernah usai jika pemerintah berupaya secara tegas dalam menyusun strategi ketahanan energi dan stabilitas ekonomi yang beriringan di masa depan.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menegaskan bahwa kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah, bertujuan bukan hanya soal ketahanan fiskal, namun juga untuk ketahanan energi nasional.Hal itu diungkapkan Hatta saat menjadi pembicara dalam pertemuan puncak Forum Pemred se-Indonesia di Nusa Dua, Bali, Kamis 13 Juni 2013. Saat ini, kata Hatta, cadangan energi dalam negeri begitu mengkhawatirkan. Jika sudah begitu, secara otomatis ketahanan energi Indonesia sangat rendah.”Ketahanan energi kita saat ini sudah rendah. Seandainya terjadi perang, kita hanya memiliki cadangan energi untuk 20 hari,” ujar Hatta.

Bahkan menurut Hatta Rajasa Meski ekonomi Indonesia tak langsung kolaps jika subsidi BBM tak dicabut, namun menyebut hal itu tetap saja masalah besar, utamanya dalam hal ketahanan energi.”Kita harus mengelola pasokan dan permintaan energi dalam negeri. Kita saat ini sudah bukan negara pengekspor minyak, melainkan sudah menjadi negara pengimpor,” beber Hatta.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, yang juga menjadi pembicara menambahkan bahwa energi baru terbarukan akan menjadi prioritas dalam kebijakan energi Indonesia 2025, selain pengembangan gas dan batu bara sebagai sumber energi.

“Apakah mungkin Indonesia mengembangkan energi baru terbarukan? Sangat mungkin. Indonesia memiliki potensi beberapa energi baru terbarukan,” ucapnya optimis.

Menurut Wacik, salah satu potensi energi baru terbarukan adalah geothermal. Ia mengaku, Indonesia saat ini memiliki potensi geothermal 40 persen dari seluruh total potensi geothermal dunia.

Dan menurut analisis kami terkait isu kenaikan bbm dan energi ini adalah tidak adanya monitoring terhadap BBM bersubsidi kepada masyarakat, sedangkan jumlah kendaraan terus bertambah, pemantauan kendaraan dari golongan non miskin yang menggunakan BBM non subsidi juga tidak dilakukan dengan cepat, atau dengan kata lain terlambat dilakukan. Dari sisi energi, kesalahannya adalah pemerintah yang mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM. Padahal jika sumber alternatif energi lain dikembangkan dan didorong untuk masyarakat insyaallah masalah energi ini bisa tertangani dengan baik.Kita berharap apa yang pemerintah putuskan dalam beberapa hari kedepan adalah yang terbaik guna bangsa Indonesia…Amin Ya Robbal Alamin

*Penulis adalah Staff Pengajar pada perguruan tinggi  swasta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s