Belum maksimalnya fungsi Perpustakaan di Indonesia


Ketua DPD RI Irman Gusman menandatangi prasasti Gedung Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, disaksikan oleh Senator DPD RI dari provinsi Sumatera Selatan Aidil Fitrisyah, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, dan Rektor Universitas PGRI Palembang Syarwani Ahmad.

Ketua DPD RI Irman Gusman menandatangi prasasti Gedung Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, disaksikan oleh Senator DPD RI dari provinsi Sumatera Selatan Aidil Fitrisyah, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, dan Rektor Universitas PGRI Palembang Syarwani Ahmad.

Sobat GenerusIndonesia, Koleksi buku dan referensi tentang sejarah Sriwijaya, Maluku dan Minangkabau lebih mudah kita temukan di Perpustakaan Universitas Leiden Belanda daripada di perpustakaan-perpustakaan di Indonesia sendiri. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD RI Irman Gusman di hadapan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Rektor Universitas PGRI Palembang Syarwani Ahmad serta jajaran Muspida Provinsi Sumatera Selatan saat meresmikan Gedung Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Rabu (26/6).
Menurutnya, fenomena ini menunjukan perpustakaan di Indonesia belum berfungsi secara maksimal sebagai wadah sekaligus sumber ilmu pengetahuan.
”Ini menjadi kritik dan tantangan bagi perpustakaan di Indonesia. Pembangunan perpustakaan bukan hanya sekadar membangun gedung fisik yang megah. Namun yang lebih penting adalah bagaimana memperkaya koleksi buku yang ada di dalamnya sehingga menarik masyarakat untuk datang dan membaca buku,” tutur Irman.
Ia mencontohkan, perpustakaan-perpustakaan terkemuka di dunia, seperti Perpustakaan Universitas Leidin di Belanda, Harvard di Amerika, Cambridge di Inggris, Monash di Australia, umumnya dilengkapi dengan koleksi buku dalam jumlah yang besar. Untuk itu pemerintah dan institusi-institusi pendidikan harus fokus dalam pembenahan dan pengembangan fungsi perpustakaan.
Lebih lanjut Irman menjelaskan bahwa di era otonomi dan desentralisasi, daerah berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian daerah. Karenanya, peresmian perpustakaan Universitas PGRI Palembang tersebut diharapkan menjadi pelopor bagi daerah-daerah lain untuk membangun perpustakaan-perpustakaan publik yang memadai. Keberadaan perpustakaan publik di daerah akan merangsang dan mendorong kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Saat ini kita sedang menghadapi tantangan persaingan sumber daya manusia yang begitu luar biasa besarnya, termasuk di daerah-daerah. Kompetisi yang ada saat ini akan dimenangkan oleh competetive advantage yang dimiliki suatu bangsa, bukan lagi comparative advantage (sumber daya daya alam),” ungkapnya.
Untuk itu Irman menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah syarat mutlak bagi kemajuan suatu bangsa dan peran perpustakaan sebagai wadah ilmu pengetahuan pun mutlak diperlukan.
Seiring perkembangan teknologi, Irman melihat perpustakaan juga mengalami perkembangan dimana saat ini telah berkembang dengan perpustakaan digital (cyber library). Untuk itu pengembangan model perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa dan masyarakat untuk membaca dan mencari referensi. (Editor: Soegeng Haryadi)

Sumber: palembang.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s