7 Sumber Modal Untuk Usaha


Sumber Modal Untuk Usaha

Sumber Modal Untuk Usaha sobat

Alternatif Sumber Modal Untuk Usaha sobat

Sobat Generus Indonesia, dalam dunia usaha atau bisnis sobat yang sudah memiliki usaha atau ingin membangun usaha atau bisnis tentu perlu modal atau biaya yang biasanya menjumpai beberapa kendala, misal modal masih kurang atau membutuhkan dana tambahan bahkan sebuah usaha yang diambang jatuh tentu membutuhkan dana segar. Hal seperti ini biasa atau lumrah, disini G.I akan share beberapa cara atau sumber untuk mendapatkan modal tambahan usaha sobat

1. Bagi Hasil (Profit Sharing)

Bagi hasil atau profit sharing yang dimaksud disini bersifat sementara, bukan kepemilikan. Sistem bagi hasil bisa per bulan (untuk bisnis retail), atau per-proyek, atau per jangka waktu tertentu dengan masa kontrak tertentu. Di akhir masa kontrak, modal bisa dikembalikan. Ya, semua sistem bagi hasil sebaiknya dibuat perjanjian batasan waktunya, JADI, tidak selamanya atau jadi kepemilikan permanen. Jika untuk mengerjakan proyek,, maka bagi hasil dibayarkan setelah proyek selesai dan terbayar. Proyek dianggap selesai jika sudah dibayar!
Yang harus diperhatikan dalam sistem bagi hasil ini adalah soal TRANSPARANSI dalam perhitungan laba rugi. Negosiasikan cara menghitung raba rugi ini didepan. Menurut pengalaman, ini amat rumit, tapi biarlah sebuah perjanjian rumit di depan dari pada ntar ribut di belakang. Untuk bisnis perdagangan, bisa dipermudah dengan prosentase pembagian yang dihitung langsung dari omset. INGAT: BAGI HASIL BUKANLAH PEMBAGIAN BUNGA TETAP ! Artinya, pihak investorpun memiliki resiko jika laba usaha sedang turun, bahkan merugi.

2. Jual Saham Temporari

Menjual saham kepada para investor menjadi opsi yang menarik untuk mendapatkan dana segar. Tapi ingatlah bahwa saham ini sifatnya temporari dan buat perjanjian bahwa saham dapat dibeli kembali pada jangka waktu tertentu yang disepakati bersama. 3 tahun, 4 tahun 10 tahun, misalnya. Tentunya, harga saham dibeli kembali dengan harga saham saat ini, bukan saat perjanjian dibuat. Besarnya deviden yang dibagikan juga harus sesuai dengan kesepakatan diawal.
Kelebihan menggunakan sistem ini, sobat sebagai pemilik bisnis dapat memperoleh kembali saham sobat setelah kurun waktu yang disepakati. Biasanya, untuk jumlah investasi yang relatif besar, investor akan menempatkan orang kepercayaannya pada perusahaan sobat atau bahkan melakukan audit perusahaan sobat secara berkala.

3. Jual Saham Permanen

Untuk memilih opsi ini, sobat harus benar-benar mempertimbangkan ‘siapa’ yang membeli saham sobat. Karena, secara langsung, pemegang saham akan punya hak suara dalam menentukan keputusan di dalam bisnis sobat. Kalaupun harus terpaksa menjual saham dengan cara ini, usahakanlah membatasi kepemilikan saham 30% maksimal untuk setiap orang. Hal ini berguna untuk menghindari suara mayoritas saat rapat pemegang saham, atau saat mengambil keputusan strategis. Dan, yang paling penting: skema otorisasi harus jelas. Tentukan JENDRAL dari awal.

4. Jual Saham Cabang

Hal ini sering dilakukan pemilik waralaba untuk menjaga nama baik waralabanya. Ya, jual saham cabang sobat yang paling menguntungkan. Bisa dijual 100% (take over) atau sebagian saja. Pemilik waralaba ternama melakukan ini untuk menjaga nama baik perusahaannya dan menghindari kerugian dari pembli waralabanya. jika pembeli waralaba langsung mendapat untung saat membeli satu cabang tertentu, tentu investor akan melakukan ‘repeat order’ atau mengabarkan pada teman-teman bahawa bisnis membeli waralaba/cabang dari perusahaan sobat sangat menguntungkan.
Keuntungan sobat sebagai pemilik waralaba adalah mendapatkan selisih harga dari nilai investasi awal saat membuka cabang dengan nilai jual saat ini. Ini disebut ‘good will’. Misal, investasi awal membuka cabang 200juta. Setelah 2 tahun, ada laba 20 juta/bulan (artinya ROI 10% perbulan). Maka Cabang sobat ini dapat dijual senilai 400 juta rupiah (sehingga ROI menjadi 5%/bulan); meski asset cabang tetap senilai 200 juta tadi bahkan jadi kberkurang karena terdepresiasi selama 2 tahun. Nah, selisih 200 juta itu adalah keuntungan sobat sebagai pemilik, atau sering disebut ‘good will’, dan bisa sobat gunakan untuk membuka cabang berikutnya.
Cara ini merupakan cara aman dan paling elegan untuk memulai memfranchise kan usaha sobat. Jadi, untuk memulai franchise, bukan langsung menjual saja, tapi juallah terlebih dahulu cabang sobat yang terbukti telah menguntungkan bagi sobat.

5. Tukar Guling

Tukar guling dapat dilakukan dengan menukarkan jasa sobat dengan sewa tempat, misalnya. Contohnya begini, sobat mendapatkan sewa tempat gratis (Nol Rupiah) untuk jangka waktu tertentu, ditukar dengan jasa sobat melakukan ‘training’ untuk karyawan mereka, atau pembayaran barang lainnya.
sobat membayar renovasi atau pembelian barang dengan menukar jasa sobat dalam kurun waktu tertentu. Bisa juga dikonversi dengan bagi hasil atau saham.

6. Pinjaman Lunak BUMN

Seperti kita ketahui, perusahaan BUMN mempunyai kewajiban untuk menyalurkan sebagian dari keuntungan mereka tiap tahunnya pada Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Persaratan pengajuan pinjaman lunak tersebut sangat mudah, bahkan banyak yang tanpa menggunakan agunan. Jasa atau bunganyapun jauh lebih rendah dari BANK. Selain memberikan pinjaman modal, biasanya BUMN pun akan melakukan pembinaan pada sobat denga cuma-cuma! Asik kan?!!

7. Modal Ventura

Sedang marak saat ini pemodal asing yang berburu investasi di Indonesia, baik yang sifatnya permanen maupun sementara saja. Disamping memberikan bantuan permodalan, biasanya mereka juga memberikan bantuan pendampingan. Mereka bisanya datang dengan pengalaman bisnis yang sama dengan sobat sebelumnya. (kampungwirausaha.com)

Sobat G.I, demikian 7 Alternatif Sumber Modal Usaha yang bisa dilakukan untuk memperoleh dana segar untuk mengembangkan bisnis sobat atau bahkan menyelamatkan bisnis sobat yang nyaris jatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s