Jebakan Gaya Hidup Mewah


Jebakan Gaya Hidup Mewah

Gaya hidup mewah di Indonesia sebetulnya tidak disebabkan pada tingkat ekonomi rata-rata penduduk Indonesia yang sudah mapan atau lebih dari mapan. Namun, gaya hidup mewah di sini lebih disebabkan masyarakat Indonesia adalah masyarakat konsumtif. Berapa banyak merek elektronik keluaran terbaru yang harganya sangat mahal, namun masyarakat kita memberondongnya dengan antusias. Bukan karena mereka memiliki uang cukup untuk membeli barang-barang mewah tersebut, melainkan rasa gengsi dan ingin dipuji adalah motif utama di balik gaya hidup mewah ini. Banyak karyawan yang sebetulnya gaji bulanannya pas-pasan, namun memiliki gadget canggih dan mewah. Mereka rela mengirit makan hanya demi gadget keluaran terbaru. Atau membelinya dengan cara kredit. Mau bergaya hidup mewah kok hutang?!

Bersikap Bijak Manfaatkan Teknologi

Di jejaring sosial twitter, Indonesia menjadi trending topic, bahwa Negara kita ini adalah market terbesar smartphone Blackberry atau hape jenis Android. Indonesia juga dinobatkan sebagai pengguna terbesar facebook di Asia. Wow… Luar biasa! Apa artinya ini?

KONDISI masyarakat terus bergerak maju, teknologi semakin berkembang, dan pastinya kehidupan pun turut mengimbangi kemajuan tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi, secara otomatis, ikut mengubah gaya hidup.

Anak muda sebagai bagian dari masyarakat sudah tentu tak luput berkontribusi dalam perubahan-perubahan tadi. Kelompok anak muda saling berhubungan, mereka bersosialisasi, baik dengan lingkungan maupun bersama komunitasnya. Mereka juga bergerak dengan mobilitas tinggi. Anak muda, dengan gaya hidupnya, menggerakkan pasar gaya hidup dengan sangat hebat. Dari cara mereka berpakaian, makanan dan minuman yang mereka santap, aktivitasnya sangat beragam, teknologi yang digunakan, dan tentunya cara mereka berkomunikasi, semuanya sangat hebat. Masyarakat Indonesia memang telah mengalami perubahan gaya hidup yang luar biasa. Hal tersebut mempunyai rantai informasi yang sama, yaitu dampak dari perkembangan teknologi informasi! Indonesia tengah mengalami perubahan gaya hidup dari konvensional ke digital.

Meskipun masyarakat pengguna internet belum mayoritas, tetapi sebagian besar kita, terutama kaum muda, adalah user yang aktif dan interaktif. Maka, tidak heran Indonesia sering jadi trending topic di twitter. Tidak aneh beberapa kasus hukum yang “berbau” politik bisa tuntas karena tekanan jutaan facebookers. Tidak kaget juga kalau masyarakat Indonesia sempat berang pada Menkominfo Tifatul Sembiring ketika Blackberry akan diblokir.

Indonesia memang telah mengalami perubahan yang hebat. Teknologi telah menjadi gaya hidup yang sulit dipisahkan dari masyarakat Indonesia. Pesan makanan kaki lima bisa pakai SMS, lapor pada Presiden SBY juga bisa lewat SMS. Teknologi telah mengubah wajah Indonesia. Kalau diperhatikan, sekarang ini terutama para kaum muda kita, yang berada di gang-gang sempit atau di sudut desa yang jauh dari kota pun memiliki handphone atau Blackberry. Sambil membajak di sawah, atau matun pari –membersihkan rumput yang mengganggu tanaman padi– mereka nggembol (mengantongi) hape. Teknologi bukan barang tersier (mewah) lagi. Namun, perlahan jadi barang primer. Kamu muda masa kini, sulit hidup tanpa teknologi. Mereka akan lebih was-was ketinggalan hape ketimbang dompet. Mereka lupa waktu karena chatting di BB, update status, atau berkicau di twitter.

Indonesia memang telah terkena gejala euforia teknologi! Coba perhatikan, ketika seseorang bertemu dengan teman lama atau kenalan baru, yang mereka katakana pertama kali adalah Pin BB atau nomor HP, “Nomor PIN lo berape?” Coba bandingkan dengan kondisi tahun 80-an, ketika surat pos masih Berjaya dan kartu lebaran menjadi ajang sakral ketika hari raya tiba. Sekarang, masyarakat Indonesia bisa menggunakan teknologi modern. Mudah dan efisien.

Lalu apa sisi manfaat dan mudharatnya bagi kita? 
Apa sikap bijak kita menghadapi fenomena ini?

Dari berbagai diskusi, beberapa pengamat mengatakan bahwa perubahan gaya hidup ini dianggap terlalu berlebihan atau kebablasan. Masyarakat kita telah kehilangan daya produktivitasnya akibat facebook, twitter, dan BB. Penelitian mengafirmasi hal ini dengan menunjukkan data serupa bahwa produktivitas bisa turun karena teknologi. Namun, di sisi lain, bisa membuat otak cerdas. Pertanyaannya, mana yang lebih dekat dengan masyarakat kita, penurunan produktivitas kah, atau kecerdasan otak?
Kekhawatiran utama perubahan gaya hidup kaum muda ini adalah perilaku sosial. Orang duduk berdekatan kenapa justru bersapa lewat BB? Semua digantikan dengan BB. Padahal, kedekatan emosional tidak terasa. Ini yang menjadi soal. Tidak selamanya keep in touch lewat teknologi membantu kedekatan. Justru dalam beberapa hal, kerenggangan relasi akibat teknologi sering didapati.

Kita harus bijak, adil, dan berimbang menghadapi fenomena ini. Penggunaan teknologi harus bermanfaat. Sekiranya tidak berproduktif, kurangi waktu bergelut dengan teknologi. Rasakan sekitar Anda. Jadilah manusia seutuhnya dengan berinteraksi langsung. Perubahan gaya hidup segala sesuatunya ditentukan oleh penampilan. Di sini kita tidak sedang membicarakan kerapihan. Tapi berbicara tentang jejeran merk dan pengkelasan terselubung yang muncul dari dalam merk tersebut.

Be cool atau keren di kalangan kaum muda saat ini juga bukan pembicaraan sempit tentang kain apa yang membungkus tubuh mereka, tetapi berkembang kepada sikap perilaku yang lebih sempit (behavior) dan pergaulan yang lebih luas (peer group). Selain bergumul dengan istilah cantik, putih, tampan, tidak jerawatan, seksi, tidak gemuk, kosmetis, mereka juga bangga atau merasa keren jika memakai merk-merk terkenal.

Mereka merasa pede dan keren jika memakai parfum terkenal semacam United Color of Benneton, makan Pasta di Pizza Hut, bergaya Hip-hop dengan lobang kalung berdiameter besar, memakai body piercing di tempat-tempat aneh di sekujur tubuhnya. Dan adalah keren jika mereka berkirim SMS, atau saling foto dengan Ponsel terbaru. Membuat sebisa mungkin seseorang harus keren, dan oleh karena itu ada yang menjadi rujukan tentang dari mana keren itu berasal, di manakah sang adiluhung dalam hal keren-keren? Digodok di manakah hal-hal yang berindikasikan keren itu? Siapakah pawang keren?

Semua pertanyaan itu disediakan jawabannya oleh media. Dorongan untuk keren menggejala ketika seseorang ingin diperhatikan oleh orang lain. Harga diri mereka adalah harga diri yang disyahkan oleh citra dalam media. Sebagai contoh di Kanada, para anak muda menikmati tayangan media massa dan mengalami efek negatif pada harga diri mereka akibat keterbukaan oleh citra media. Mayoritas partisipan menyatakan rasa tidak puas mereka dan membandingkan diri mereka secara negative terhadap citra-citra kecantikan yang digambarkan dalam media.

Lalu bagaimana jika media itu melakukan hegemoni pemahaman tentang keren? Apakah keren itu itu sesuatu yang berbau Barat, setengah Barat, setidaknya Barat, atau harus Barat habis-abisan, meskipun tercantum istilah MTV 100% Indonesia? Apa yang ada di otak mereka jika keren adalah tentang bagaimana jeans belel dikategorikan macho, tentang pemberian cokelat valentine pada 14 Februari setiap tahunnya, tentang trik berkata-kata dengan teman sebaya, dan percampuran antara bahasa lokal dengan bahasa asal MTV yakni bahasa Inggris.

Perubahan gaya hidup ini dengan demikian telah sangat mantap mengikis citra yang tercipta oleh lingkungan tempat individu berasal, citra yang dinegosiasikan individu dengan budaya asalnya sendiri, citra turunan yang diajarkan secara tradisional melalui hubungan dalam keluarga inti dan masyarakat yang lebih luas. Be cool atau merasa keren dalam kategori yang lain telah pula mengikis peranan fisik dan mental seorang warga negara kepada negara dan bangsanya sendiri. Negara boleh meminta citra, tapi media yang menentukannya. Bagi kaum muda, menjadi keren merupakan bagian dari penonjolan diri untuk daya tarik personal. Jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lain, kaum muda memang memiliki karakter khusus. Dalam masyarakat industri modern kaum muda merupakan kelompok yang berada dalam periode transisi – dari anak-anak yang amat bergantung – menuju masa dewasa yang mandiri.

Berkat keadaan ekonomi yang membaik, kaum muda cenderung mengembangkan budaya dengan karakteristik-karakteristik tertentu. Pertama, mereka memiliki budaya yang mementingkan waktu untuk bersenang-senang dan bersantai daripada bekerja. Kedua, hubungan sosial kaum muda banyak dilakukan dalam suatu kelompok bermain dengan rasa kolektivitas tinggi. Ketiga, budaya kaum muda selalu berhubungan dengan gaya (style).

Sekali lagi, kita dituntut untuk lebih bijak, adil, dan berimbang menghadapi perubahan gaya hidup ini. Penggunaan teknologi harus bermanfaat. Sekiranya tidak berproduktif, kita harus berani mengurangi waktu bergelut dengan berbagai teknologi. Jadilah manusia seutuhnya dengan berinteraksi langsung terhadap sesama. Jadi lebih keren jika kita bisa bijak dalam menggunakan teknologi. //**

Tika Bisono

Gadget sering Mendikte Perilaku Penggunanya

PERANGKAT -perangkat elektronika berteknologi canggih (gadget) seperti ponsel pintar (smartphone) dan tablet seringkali justru mampu mendikte perilaku para penggunanya, bukan pengguna yang mengatur pemakaian perangkat mereka, demikian disampaikan Psikolog Tika Bisono dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu. “Para pemilik ponsel pintar menjadi tidak bebas untuk memilih kapan menggunakan alat mereka,” kata Tika.

Tika menyontohkan ketidakbebasan para pengguna ponsel pintar dari perangkat mereka terlihat ketika mereka sangat tertekan saat lupa membawa ponsel pintarnya. “Atau orang-orang yang tidak bisa jauh dari ponsel pintar mereka meski saat tidur,” katanya.
Psikolog sekaligus penyanyi itu menambahkan gegar budaya (cultural shock) masyarakat Indonesia terhadap perangkat-perangkat teknologi canggih telah merambah usia muda, termasuk anak-anak dan remaja. Misalnya remaja yang setiap lima menit ganti status (di perangkat) mereka. Mereka di mana, masih apa. “Itu malah seperti memberitahu penjahat posisi mereka,” kata Tika.

Dalam sebuah forum berjudul “Galau Gadget” pada salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, Tika mengatakan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia telah sepenuhnya dikendalikan oleh teknologi, salah satunya adalah smartphone dan netbook yang bisa dibawa ke mana saja.

Kemampuan praktis yang dimiliki alat-alat teknologi tersebut tidak hanya membuat masyarakat merasa terbantu secara praktik, tapi juga lebih dari itu. Kebanyakan manusia sudah bergantung pada berbagai alat teknologi sehingga ada istilah “tidak bisa hidup tanpa handphone” bagi seseorang yang sudah memegang gaya hidup tersebut.

Hal ini juga turut memperlihatkan kepada kita bahwa interaksi manusia dan komputer tidak lagi menampilkan sisi baik (dampak baik) terhadap kehidupan manusia, tapi juga menampilkan sisi negatif yang mampu mengubah total cara pandang dan cara hidup manusia pada umumnya.

Jika sebelumnya manusia harus saling bertatap muka demi saling mengenal, maka zaman modern ini konsep “tatap muka” sudah tidak lagi menjadi sebuah kewajiban yang berlaku bagi interaksi sosial sesama manusia. Interaksi manusia dengan manusia telah digantikan menjadi interaksi manusia dan komputer yang secara lembut menjajah wilayah social kehidupan sehari-hari manusia.

Tidak ada lagi saling tegur sapa dengan menghadapkan senyum pada tetangga, tapi senyum-senyum sendiri di hadapan komputer dan alat teknologi lainnya sudah dianggap lumrah bagi manusia modern. Para pengguna ‘gadget’ yang telah kecanduan, menurut Tika, dapat diberi sejumlah terapi agar mengetahui bagaimana memposisikan ‘gadget’ selayaknya.

“Pertama dengan ‘cognitive therapy’ seperti konseling. Jika ada gejala adiktif, dapat memakai hypnotis atau ‘behaviour therapy’ yaitu dengan memberi tugas-tugas lain sehingga perhatian tidak lagi pada ‘gadget’,” kata Tika. Tika mengatakan perilaku remaja yang telah terdikte ‘gadget’ juga dapat terlihat dari isi pesan-pesan yang bersifat personal di media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. //**

Manfaat dan Mudharat Jejaring Sosial

KEMAJUAN teknologi yang begitu pesat membuat situs jejaring sosial (Facebook, Twitter, blog [wordpress, multiply], Linkedln, Friendster, MySpace) menjadi topik utama perbincangan di semua kalangan, baik profesional, pendidikan maupun siswa. Dengan fitur-fitur yang ditawarkan, situs-situs ini berhasil menarik minat masyarakat dunia. Antusiasme diperlihatkan dengan makin meningkatnya pengguna akun situs jejaring sosial tersebut dari hari ke hari. Bagaikan pisau bermata dua, akun tersebut juga mempunyai sisi positif dan negative. Apa saja?

Manfaat dan keuntungan situs jejaring sosial:

1. Memudahkan orang dari segala penjuru dunia saling berhubungan
Adakah teman atau keluarga yang sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu dengan Anda? Bingung ke mana mencari karena kehilangan kontak alamat dan nomor telepon. Nah, di sinilah manfaat positif situs jejaring sosial bisa Anda dapatkan. Tinggal memasukkan nama dan Anda bisa bertemu di dunia maya (tentu dengan syarat orang yang Anda cari mempunyai akun di jejaring yang sama dengan Anda). Atau barangkali Anda ingin berkomunikasi dengan biaya murah dengan teman, relasi, dan saudara Anda? Situs-situs ini pun bisa Anda manfaatkan. Cukup mengakses internet, aktifkan akun dan Anda pun siap menyapa orang-orang yang ingin Anda sapa. Mudah dan murah, bukan?

2. Penyebaran informasi menjadi lebih cepat
Berita politik, sosial budaya, informasi penting seperti kelahiran, kematian, dan apa pun itu sekarang dengan mudah dan cepat bisa Anda peroleh lewat situs jejaring sosial. Bahkan kecepatan berita di situs-situs ini agar bisa dibaca publik lebih cepat daripada media cetak atau elektronik. Anda pun bisa mengakses situsnya lewat handphone.

3. Terbentuknya komunitas-komunitas yang sesuai dengan minat dan hobi
Apapun hobi Anda, tinggal pilih dan masuk menjadi anggota komunitas tersebut. Anda bisa memperbanyak jaringan pertemanan dengan orang dengan hobi dan tujuan yang sama. Banyak ilmu yang bisa Anda peroleh asal Anda rajin menyimak dan aktif terlibat diskusi.

4. Sarana bisnis dan promosi

Jaringan pertemanan yang mencapai ratusan bahkan ribuan orang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan bisnis Anda. Gunakan fitu-fitur yang disediakan dan manfaatkan semaksimal mungkin situs jejaring ini untuk bisnis dan promosi. Jaga kepercayaan pelanggan agar bisnis Anda bisa bertahan, bahkan makin berkembang.

Sisi mudharat situs jejaring sosial:

1. Privacy terganggu
Niat awal Anda membuat akun jejaring sosial mungkin sekadar ingin tahu atau ingin menjalin tali silahturahim dengan kawan lama. Untuk memudahkan mencari teman Anda pun, Anda berinisiatif memasukkan foto-foto pribadi bahkan keluarga, termasuk foto pasangan dan anak-anak.

Awalnya Anda tidak punya pikiran macam-macam. Tapi tahukah Anda bahwa dengan terlalu mengumbar data dan foto pribadi, secara tidak langsung kehidupan pribadi menjadi terganggu. Anda tiba-tiba mendapat telepon atau email dari seseorang yang tidak dikenal. Mengajak berkenalan, pura-pura mengajak berbisnis, bahkan yang lebih parah ikut berkomentar negatif tentang Anda di situs tersebut. Ini tentu sangat mengganggu, bukan?

2. Tidak ada batasan dalam pergaulan
Saat berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, biasanya kita sudah mempunyai bekal etika dan norma apa saja yang berlaku serta menjadi panduan dalam bergaul. Namun, etika dan norma itu terkadang tidak berlaku di dunia maya. Etika bergaul antara lelaki dan perempuan pun terkadang dilanggar.

Bermula dari sekadar sapa, berlanjut saling curhat, dan berakhir dengan hubungan terlarang. Tidak ada rasa malu walau masing-masing sudah punya pasangan. Tidak ada rasa tanggung jawab moral padahal di belakang ada anak-anak. Ketika akhirnya terjadi bencana, akhirnya toh diri sendiri yang rugi.

3. Etika berbicara dan berpendapat terkadang dilanggar
Menjadi pusat perhatian orang memang bisa membuat seseorang bangga. Namun apa artinya bila pusat perhatian itu didapat dengan cara yang kurang bijak. Berbicara dan mengeluarkan pendapat tetap harus ada etikanya walau itu di dunia maya sekalipun.

Dahulukan orang lain untuk berbicara dan tunggu dia menyelesaikan pendapatnya, baru Anda bisa berbicara. Jangan mentang-mentang tidak bertatap muka, lantas Anda pun bisa senaknya menggunakan kata-kata yang kasar. Ingat, apa yang Anda tulis di situs jejaring sosial itu mewakili pribadi Anda dan dibaca ribuan orang.

4. Sosialisasi berkurang
Aktivitas yang kian padat, jalan macet, dan tuntutan hidup yang semakin tinggi, terkadang membuat orang enggan melakukan aktivitas lain setelah sampai di rumah. Akibat rasa malas tersebut, orang cenderung mengalihkan kebutuhan bersosialisainya pada internet dan situs jejaring sosial adalah solusinya.

Memang Anda bisa mempunyai teman banyak, bahkan ribuan, namun tahukah Anda terasa ada yang berbeda jika Anda betul-betul bersosialisi secara nyata? Ada rasa bahagia, kedekatan secara emosional, dan rasa saling membutuhkan, bukan hanya sekadar berbentuk tulisan.

5. Kecanduan internet
Ketika internet belum secanggih sekarang, komputer hanya digunakan sebagai sarana untuk mempermudah pekerjaan. Namun ketika makin berkembang, internet menjadi barang wajib. Tiada hari tanpa membuka akun situs jejaring sosial seolah menjadi motto hidup masyarakat, terutama di daerah perkotaan.

Situs yang dibuat untuk ajang pergaulan akhirnya bagai pedang bermata dua. Di satu sisi dibutuhkan, namun di sisi lain membelenggu manusia. Waktu terbuang percuma, kegiatan yang tertunda karena sibuk membuka akun dan saling chat, bahkan terkadang lupa makan dan ibadah.

6. Kehidupan pribadi menjadi konsumsi publik
Ketika menulis status di wall atau mengunduh foto-foto pribadi, berarti Anda harus siap-siap menerima komentar, baik yang setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka. Semua data pribadi Anda, keluarga, dan apa yang Anda lakukan menjadi sesuatu yang bukan sifatnya pribadi lagi. Semua terpapar di depan mata orang dan tidak bisa Anda tutup-tutupi lagi. Karena itu Anda harus selektif, mana yang boleh di posting dan mana yang tidak. Jangan sampai semua berbalik menjadi bumerang bagi Anda dan keluarga.

7. Aksi pornografi
Era keterbukaan juga membawa dampak negatif bagi keluarga, utamanya anak-anak. Bahaya pornografi, intaian pengidap pedofilia semakin lama membuat orangtua khawatir. Bermula dari ajakan untuk berteman, kemudian saling tukar telepon, bertemu di satu tempat. Anak-anak yang belum paham tentang dunia luar percaya begitu saja ketika bujuk rayu mulai diucapkan. Akhirnya hal-hal yang tidak diinginkan pun menimpa anak-anak.  //**

Memanfaatkan Internet untuk Mencari Rejeki

BANYAK cara yang bisa dilakukan untuk mencari uang di internet. Cara-cara tersebut perlu dipadukan dengan mengasah kemampuan marketing internet Anda. Hal terpenting dalam mengelola bisnis adalah soal pemasaran alias marketing. Namun begitu ternyata internet juga menyajikan banyak ruang dan celah yang mudah untuk para penggunanya dapat meraup banyak penghasilan melalui dunia maya. Beberapa model mencari penghasilan melalui teknologi internet antara lain adalah :

• Kerja online

Kerja online dapat berupa menulis artikel online atau mengelola website online. Banyak situs yang membutuhkan para pekerja online misalnya sebagai penulis artikel atau pengelola jejaring sosial atau pun blog dan situs. Untuk menulis artikel online biasanya kebanyakan situs menghendaki tulisan dalam bahasa Inggris, namun ada juga yang berbahasa Indonesia. Bagi para penulis sangat tepat memanfaatkan kesempatan ini. Sementara bagi mereka pecinta desain grafis atau web desainer, bisa mencari peluang sebagai pengelola web atau blog. Untuk mengetahui lowongan seperti ini tentu saja anda harus seringkali menjelajah dunia maya di internet sampai akhirnya memperoleh kesempatan yang tepat.

• Bisnis investasi online

Ada banyak model investasi online. Anda harus memilih dan meyakini bisnis mana yang akan Anda pilih. Carilah pengelola bisnis investasi yang dapat dipercaya, sistem investasi yang jelas dan terlihat memiliki modal yang kuat. Berhati-hatilah dan usahakan seselektif mungkin dalam memilih, sebab investasi yang Anda jalani ini bersifat online, bisa jadi perusahaan dan pemilik modalnya fiktif belaka. Ini memang salah satu resiko besar berbisnis di internet, karena tidak bisa melihat secara langsung bentuk fisik dan kredibilitas perusahaan itu sendiri.

• Mengelola bisnis pribadi secara online

Jika Anda mempunyai skill dan keahlian tertentu, sudah saatnya Anda memanfaatkan internet sebagai cara Anda menjual skill yang Anda minati. Sebutlah misalnya Anda jago menulis, jago desain grafis, jago kaligrafi, jago fotografi dan sebagainya, Anda bisa memulai membuka kursus online di internet. Buatlah konsep rancangan bisnis yang menjual. Internet adalah dunia global yang dapat diakses dimana saja. Maka peluang dan kesempatan Anda sejatinya jauh lebih besar di dunia maya ketimbang alam nyata.

• Memasarkan secara online bisnis offline

Jika Anda telah memiliki sebuah usaha bisnis yang Anda kelola di dunia nyata, maka marketing yang lebih luas lagi akan bisa Anda peroleh melalui dunia maya. Keberadaan layanan blog, jejaring sosial dan sebagainya merupakan fasilitas gratis yang dapat menunjang bisnis pemasaran Anda di dunia nyata. //**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s