Ibu berperan sebagai Teman untuk Anak


ibu-berperan-sebagai-temanPeran ibu dalam keluarga memang memiliki tahap yang berbeda, misalnya saja ketika anak masih kecil peran ibu memberikan perlindungan dan tempat anak mencari jawaban terbaik. Ketika anak mulai beranjak dewasa peran ibu pun berubah.

Perubahan peran ibu di kala anaknya menanjak dewasa, tak sekedar menjadi pelindung dan tempat bertanya namun ibu juga berperan sebagai teman hidup. Akan tetapi peran ibu sebagai teman untuk anak yang diusia remaja terkadang menjadi suatu pertentangan, karena ada yang menganggap jika ibu merupakan musuh.

Aturan-aturan yang diberikan para orangtua kepada anak sering menjadi pertentangan bagi mereka, maka tak jarang anak merasa terkekang dan keharmonisan antara ibu dan anak tidak terjalin dengan baik.

Maka pentingnya bagaimana seorang ibu berperan sebagai teman untuk anaknya, agar ibu bisa mengetahui psikologis dan bagaimana perkembangan sang anak di usia remaja.

Anak yang telah menganggap ibunya bukan hanya sebagai orangtua melainkan juga sebagai teman, maka sangat memungkinkan anak akan mendatangi sang ibu ketika dirinya mengalami suatu masalah. Beragama masalah dan pertanyaan yang dihadapi para remaja seakan membuat mereka ingin mencari tahu.

Hal umum yang terkadang diingin tahu oleh para remaja misalnya saja tentang seks, dengan begitu ibu yang berperan sebagai teman perlu memberikan penjelasan dan pemahaman yang baik atas sifat keingin tahuan sang anak. Memberikan pendidikan seks tidak buruk bagi anak, karena hal ini justru bisa membantu anak agar tidak terjerumus dalam dunia bebas.

Ibu yang berperan sebagai teman untuk anaknya, sebaiknya harus bisa menyetarakan pemikiran dengan sang anak. Karena pemikiran anak memang tidak bisa diatur seperti dengan pemikiran orang dewasa, perlu tahap penyesuaian sehingga anak bisa memahami segala hal dengan mudah.

Misalnya saja anak membuat kesalahan, sebaiknya ibu jangan langsung mengahakiminya atas kesalahan yang diperbuat. Ada baiknya untuk melihat dulu penyebab kesalahan anak tersebut, karena setiap kesalahan tentu memiliki sebab. Setelah mengetahui penyebabnya, biarkan anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan begitu ibu bisa memberikan masukan-masukan atau saran kepada anak.

Memang tak mudah untuk menjadi ibu yang berperan sebagai teman untuk anak di usia remaja. Akan tetapi tak ada salahnya untuk mencoba membaur dengan dunia anak pada sesuai tersebut. (jun)

Sumber: perempuan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s