Ikhlas


Setelah kematian, kita semua akan menjumpai pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan diri kita waktu di dunia. Semua amal kita akan dihisab dengan timbangan yang adil dan tidak ada orang yang dianiaya sedikitpun. Setiap kebaikan jika dikerjakan dengan iklas walaupun seberat biji sawipun akan dinilai ibadah, namun walaupun kebaikan sebesar Gunung Uhud tapi tidak sertai hati iklas maka hasilnya percuma saja

Bagi orang-orang yang memiliki ilmu Alloh bertanya “ Apa yang kamu lakukan dengan ilmu dan pelajaran yang telah aku berikan padamu?” Mereka menjawab “kami memanfaatkan dijalanMu” Alloh dan Malaikat berkata “kamu berbohong…kamu menggunakannya agar disebut unggul dalam ilmu dan pujian dimata orang lain”

Demikian pula orang yang diberikan kekayaan.Alloh bertanya tentang kekayaan yang telah diberikanNya di Dunia. Mereka menjawab bahwa “kami memberikan kekayaan di JalanMu Kemudian Alloh dan Malaikat berkata “Kalian bohong kalian menggunakannya supaya orang menyebut kalian sebagai orang yang dermawan”. Demikian pula dengan orang yang menghabiskan hidupnya untuk berperang, ternyata tujuannya hanya agar disebut pemberani dan syahid. Sungguh satu amal besar namun hina tujuannya. Ketidak iklasannya harus ditebus dengan azab yang terasa pedih bagi

Satu cerita tentang pentingnya keikhlasan diantaranya cerita tentang seorang pelacur yang telah mengambil air dari perigi di padang arafah. Setelah puas minum dia naik ke atas dan di hadapannya terlihat seekor anjing yang kelihatan lemah dan tidak berdaya. Jikalau anjing itu tidak diberikan air niscaya akan mati. Pelacur ini pun masuk ke dalam perigi itu kembali dan mengisi air ke dalam sepatunya dan memberikan air itu kepada anjing tersebut. Maka keikhlasan hatinya itu terlihat oleh sang Maha Pengasih.. hasilnya Allah telah menetapkannya tempat di syurga dan menebus semua dosanya

Dalam nasehat yang begitu bijak menyebutkan bahwa, keiklasan dapat digunakan sebagai bahan bakar menjalani hidup, sumber kekuatan batin, dengan keiklasan kita bisa mengalahkan syetan yang bersemayam dalam hawa nafsyu syar kita.

Sebuah cerita yang berkaitan dengan keiklasan menarik untuk kita simak……Suatu hari, seorang penebang pohon yang alim mendengar bahwa ada segolongan kaum menyembah pohon. Dia memutuskan untuk menebang pohon tersebut, namun dalam perjalanannya, setan menhampiri dan bertanya, “Mau kemana kamu”…Penebang pohon menyahut “Aku mau nebang pohon itu” …….”jangan, jangan lakukan itu” larang si setan
“Siapa kamu berani-beraninya mengatur apa yang aku kerjakan, aku menebang pohon semata-mata karena Alloh. Bentak penebang
“….Aku adalah setan, aku tidak akan membiarkan kamu menebang pohon itu”
Penebang pohon tetap ngotot dan menerjang si setan yang langsung terjatuh, penebang pohon menodongkan kampaknya ke leher setan yang hampir tak berdaya…
Setan mengatakan, “kamu itu ngak mikir ya, jika kamu nebang itu pohon, maka masyarakat disana akan membunuhmu. Lantas keluargamu terlantar. Lebih baik kamu urungkan niatmu, jika kamu mau maka setiap pagi aku akan memberikan dua koin yang aku letakkan dibawah kasurmu. Kamu bisa menghabiskan hartamu itu untuk keperluan keluarga dan membantu orang miskin
Penebang kayu itu menjawab ”aku ngak percaya padamu
“Aku ngak menipumu, kalau kamu ngak menemukan dua koin emas setiap pagi, kamu silahkan menebang pohon itu
Si Penebangpun setuju. Esok paginya, dia menemukan dua koin dibawah tempat tidurnya. Dia membeli makanan dan pakaian untuk keluarganya serta membagikan sisanya untuk orang miskin. Pagi berikutnya, ketika memerikasa ke bawah tempat tidurnya ternyata tidak ada apa-apa…..Dengan marah, si penebang kayu itu mengambil kapaknya dan bersiap-siap menebang pohon itu. Ditengah jalan, lagi-lagi dia ketemu dengan setan. Si setan bertanya padanya “Hei kamu mau pergi kemana?”
Kamu telah menipuku, kamu pembohong, aku akan menebang pohon itu” balas si penebang
Setan membanting hanya dengan jari-jarinya, dan penebang itupun jatuh terkapar. Setan berkata “apakah kamu ingin aku membunuhmu sekarang? Jika kamu ingin aku ngak membunuhmu, Aku ingin janji bahwa kamu ngak akan menebang pohon itu lagi!!”
“ O jangan! Jangan bunuh aku! Aku ngak akan lagi menyentuh pohon itu. Tapi aku ingin tanya satu hal padamu, dua hari lalu aku mengalahkanmu dengan mudah, tapi sekarang kamu mendapatkan kekuatan yang begitu hebat? Harap si penebang
Dengarkan baik-baik! Pada hari itu kamu ingin menebang pohon demi Alloh semata, hari ini kamu melawanku demi dua koin emas, kamu sekarang ngak iklas dalam nebang pohon. Jadi hari ini kamu aku kalahkan” jawab si setan

Hikmah dari cerita itu adalah….banyak kekuatan batin kita yang hilang jika kita tidak iklas, maka iklaslah dalam beramal untuk menyambut pertannyaanNya kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s