Buku Pelajaran Kurikulum 2013 di Revisi


Buku Pelajaran Kurikulum 2013 di RevisiSobat Generus Indonesia, pasti Sobat sering dengar kabar yang hot akhir-akhir ini tentang keluhan dari para guru dan orang tua murid tentang konten buku yang dinilai tidak layak sebagai bahan acuan pendidikan bagi anak-anak murid, Hal ini yang akhirnya mengetuk pintu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mengambil langkah untuk merevisi isi buku yang dianggap tidak layak tersebut.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) segera merevisi buku teks pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 yang telah beredar. Revisi terpaksa dilakukan karena buku tersebut dinilai mengandung konten yang tidak layak dijadikan contoh.

Wamendikbud Bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, revisi ini sebagai evalusasi atas aspirasi dari masyarakat terhadap isi dari buku tersebut yang beredar di SMP wilayah Garut, Jawa Barat. Baca lebih lanjut

Apapun Kurikulumnya Gurunya Harus yang Terbaik


Kurikulum, Guru harus yang terbaik

Apapun-Kurikulumnya-Gurunya-Harus-yang-TerbaikAda adagium dalam dunia pendidikan: perubahan kurikulum merupakan keniscayaan. Sebab, kurikulum harus mampu menjawab dan menyesuaikan tantangan zaman. Ketika zaman berubah, tantangan semakin kompleks, maka kurikulum harus menyesuaikan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2000 telah melakukan tiga kali pergantian kurikulum. Pada 2004 lahir kurikulum berbasis kompetensi, kemudian kurikulum 2006 yang dikenal sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan. Yang ketiga adalah rencana lahirnya kurikulum 2013.
Namun kurikulum terbaru masih menjadi perdebatan di kalangan pendidik. Bagi yang kontra, berpendapat, sebelum perubahan kurikulum, perlu riset, dan evaluasi dari kurikulum sebelumnya, uji publikyang lebih luas, persiapan guru terlebih dahulu, dll. Bagi yang pro perubahan, berpendapat bahwa bahwa kurikulum SD saat ini terlalu heavy kognitif, kurang mengakomodasi pembentukan karakter, sehingga diperlukan kurikulum yang holistik-komprehensif. Kurikulum yang memberikan kesempatan berkembangnya subyek belajar pada ranah kognitif-afektif dan psikomotorik secara proporsional, sesuai dengan usia perkembangannya. Tentu saja, baik yang pro-kontra semua menghendaki adanya perbaikan. Baca lebih lanjut

M.Nuh: Kita Ingin Anak-anak Lebih Kreatif


Kita Ingin Anak-anak Lebih Kreatif

Moh-Nuh-Menteri-Pendidikan-dan-KebudayaanBANYAK yang mempertanyakan, mengapa harus ada perubahan kurikulum? Untuk menjawab pertanyaan ini, Mendikbud M. Nuh kepada Wartawan menjelaskan, ada empat hal mengenai kurikulum.
Pertama, standar kompetensi kelulusan,
Kedua: standar isi,
 Ketiga: standar proses.
Keempat: standar penilaian.

Gampangnya, anak-anak mau kita harapkan bisa apa. Siswa SD kelas 1 itu bisa apa? Lulusan SMP bisa apa, SMA dan seterusnya bisa apa? Ini yang kita tetapkan dulu. Dari situ, lalu kita isi apa? Kita beri menu apa anak-anak ini. Tapi, tidak cukup dikasih menu saja. Prosesnya juga penting, bagaimana supaya makanan ini bisa ditelan atau diserap oleh sang anak dengan baik. Dalam proses itu ada metodologi, cara menyajikannya. Kalau bubur makannya pakai sendok. Kalau yang lain bisa pakai garpu atau tangan langsung.
Itu belum cukup. Juga penting bagaimana cara mengevaluasinya, cara penilaiannya. Nah, kalau kita bicara kompetensi, ini yang ditekankan sekarang. Ada tiga ranah atau domain, yaitu dari sisi sikap atau attitude, sisi keterampilan atau skill, dan sisi pengetahuan atau knowledge. Kompetensi yang ingin kita capai adalah: tiga-tiganya harus masuk. Itu definisi tentang kurikulum. Baca lebih lanjut

Mendidik Anak Berkarakter dan Bermoral


Mendidik Anak Berkarakter dan Bermoral

Siswa-pandai-berkarakter-Jika tidak ada aral, implementasi Kurikulum Pendidikan 2013 di tingkat satuan pendidikan secara bertahap akan dilakukan mulai awal tahun pelajaran pada Juli 2013. Kini berbagai persiapan sudah dilakukan, baik yang terkait dengan buku pegangan dan buku murid, pelatihan guru, maupun tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Secara substansial, baik guru, orang tua, maupun siswa tidak ada yang keberatan terhadap*kurikulum 2013.
ADANYA perbedaan yang selama ini mengemuka diyakini Kemendikbud, cepat atau lam bat, akan selesai. Apalagi secara politis panitia kerja kurikulum di DPR, yang terdiri atas unsur-unsur fraksi, sebagian besar telah menyatakan menerima kurikulum 2013. Dua organisasi besar penyelenggara pendidikan di tingkat swasta pun, Muhammadiyah dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, tegas menyatakan siap mengimplementasikan kurikulum 2013.
Sementara, Wakil Presiden Boediono, dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini meminta agar pelaksanaan kurikulum jangan ditunda. Jika pelaksanaannya telat, yang rugi adalah peserta didik, anak bangsa yang kelak akan memimpin negeri ini, saat Kemerdekaan Indonesia memasuki usia 100 tahun pada 2045. Baca lebih lanjut

Kurikulum Pendidikan dari Masa ke Masa


Kurikulum Pendidikan dari Masa ke Masa

curriculum-SekolahPEMERINTAH Indonesia sudah beberapa kali mengubah kurikulum. Berikut ini sejarah perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia sejak masa awal kemerdekaan tahun 1947 hingga Kurikulum 2006 yang biasa disebut sebagai KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), sebelum akhirnya diubah dengan Kurikulum 2013.

Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947

Kurikulum yang lahir pada masa kemerdekaan ini memakai istilah bahasa Belanda leerplan artinya rencana pelajaran. Istilah ini lebih populer dibanding istilah curriculum (bahasa Inggris). Karena masih dalam suasana perjuangan, pendidikan lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Baca lebih lanjut

Mencetak Generasi Emas 2045


Kurikulum Pendidikan 2013

Siswa-juara-prestasi-Fokus utama kurikulum baru yang segera diberlakukan terletak pada penciptaan pendidikan karakter, yang diharapkan dapat menjadikan anak didik lebih memiliki kepribadian dan menjadi manusia yang berkualitas. Sehingga kelak tidak ada lag! tawuran antarpelajar, pergaulan bebas, serta narkoba, karena telah tercipta anak didik yang berkarakter dan memiliki moral yang baik, dan menjadi Generasi Emas pada 2045.
Momentum Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012 dijadikan sebagai ajang me-launching program baru pemerintah untuk mencetak Generasi Emas 2045 yang diproyeksikan akan menjadi hadiah bagi 100 tahun kemerdekaan Indonesia. “Tahun ini kami canangkan sebagai masa ‘menanam’ generasi emas tersebut. Dari 2012-2035, Indonesia mendapat bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua”. Sebagaimana sambutan yang disampaikan Mendikbud Muhammad Nuh saat peringatan Hardiknas 2012 (mediaindonesia.com). Baca lebih lanjut

Ujian Pendidikan di Indonesia


Buku-PendidikanPendidikan di Indonesia benar-benar menghadapi ujian. Setelah beberapa tahun memunculkan RSBI atau SBI, yang dalam perjalanannya sering menjadi perbincangan publik karena keganjilan-keganjilan selama masa implementasinya, kemudian dibubarkan oleh Mahkamah Konstutusi pada medio January 2013.
Belum lepas sepenuhnya dari masalah RSBI dan SBI, kini Pemerintah akan segera memberlakukan Kurikulum 2013, yang sejak perancangannya sudah menimbulkan perdebatan di masyarakat.
Beberapa saat yang lalu Kemendikbud meyodorkan ke masyarakat untuk memberikan masukan melalui “Uji PublikKurikulum 2013. Antusiasme masyarakat dalam memberi masukan sangat tinggi. Banyak masukan dan kritikan yang masuk ke meja penggagas kurikulum baru tersebut dan masyarakat terus menunggu tanggapan dari pemerintah.
Komentar, masukan dan kritikannya bermacam-macam, dari yang menyayangkan keterburu-buruan pemerintah memberlakukan kurikulum baru, menanyakan statusnya ke depan karena mata pelajaran yang selama ini diam punya kini ditiadakan, mengkritisi pengurangan atau penggabungan mata pelajaran, atau bahkan jumlah distribusi jam pelajaran. Juga tidak sedikit yang mendukungnya.Namun demikian, Pemerintah rupanya memiliki pertimbangan sendiri tentang kebijakan yang diambil terkait dengan pemberlakuan Kurikulum 2013 ini.
Agenda pemerintah terhadap proyek Kurikulum 2013 ini terus berjalan agar kurikulum baru tersebut dapat diberlakukan pada tahun ajaran 2013/2014 walaupun secara bertahap. Dari mengenalkan ke masyarakat melalui program Uji Publiknya, sosialisasi, penyiapan SDM, penulisan buku dan penggandaannya. Baca lebih lanjut

Pelaksanaan UN untuk SD/MI akan diubah


ujian-nasional-sd-mi-akan-diubahJAKARTA. Sobat GenerusIndonesia, Bentuk pelaksanaan ujian nasional khusus untuk SD/MI menurut rencana akan diubah tahun depan. Selain ketentuan wajib belajar 9 tahun, UN juga akan diubah seiring rencana pelaksanaan Kurikulum 2013. Namun, bentuk alternatif evaluasi hasil belajar pengganti UN itu belum ditetapkan.
Ada dua usulan. Pertama, evaluasi hasil belajar per wilayah, tetapi tetap satu standar nasional. Kedua, evaluasi hasil belajar siswa tak dilaksanakan di SD/MI, tetapi di tingkat SMP/MTs.
”Tidak bisa serta-merta dihapus. Harus ada evaluasi belajar di SD/MI yang bisa secara prinsip menggantikan UN,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai meninjau pelaksanaan UN SD/MI, Senin (6/5/2013), di Jakarta. Baca lebih lanjut

UN 2013 “Antara Pelaksanaan dan Realitas”


ImageDalam setiap UN dari tahun ke tahun, Kecenderungan mengantisipasi ujian nasional umumnya guru akan disibukkan dengan membuat prediksi soal UN. Seorang guru saat ini dibebani dengan tanggung jawab secara moril atas kelulusan siswa /siswi yang mereka didik pada Ujian Nasional. Berbeda dengan sistem di tahun 1990 an sampai tahun 2004, dimana guru tidak perlu terlalu memikirkan tentang kelulusan siswa dalam ujian nasional, guru hanya dibebani dengan tugas mengajar sedangkan hasil dari kelulusan itu sepenuhnya digantungkan kepada siswa itu sendiri. Perbedaan ini karena di masa itu belum ada standarisasi mengenai nilai Ujian Nasional, sedangkan saat ini siswa dibebani dengan nilai ujian nasional minimum yang harus mereka capai untuk dapat lulus dari sekolah.

Ujian Nasional – UN 2013 sebentar lagi akan digelar, mulai dari UN SMA maupun tingkat SMK, SMP/Mts, Juga sekolah Dasar (SD). Paradigma ujian nasional ini masih menjadi fenomena perdebatan hingga tingkat politik. Sangat miris memang ketika pendidikan juga harus menjadi korban politik. Kita bisa melihat gambaran pada UN 2012 lalu, dimana para elit-elit politik berkoar-koar tentang system Ujian Nasional dengan membawa nama Partai Mereka masing-masing. Menjadi pertanyaan Apakah kita ini sedang meningkatkan pendidikan bagi partai atau kita sedang berusaha mencerdaskan dan meningkatkan keilmuan dari calon penerus bangsa ini? Baca lebih lanjut

Guru Jadi Kunci Berhasilnya Kurikulum Baru


Guru Jadi Kunci Berhasilnya Kurikulum Baru

Kantor-Lembaga-Penjaminan-Mutu-PendidikanDENPASAR, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali Dr Made Alit Mariana, MPd, mengatakan, salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan kurikulum baru yang mulai diterapkan pada Juli mendatang terletak pada kesiapan para guru.
Para guru harus siap untuk menerapkan dan mengimplementasikan materi sesuai dengan kurikulum tersebut,” kata Alit Mariana di Denpasar, Jumat (22/3/2013).
Ia mengatakan, walau tuntutan seperti itu, tetapi pemerintah terkesan lambat melatih para guru untuk mengimplementasikan kurikulum baru itu. Ia mengatakan, pendidikan dan pelatihan (diklat) guru yang awalnya direncanakan pada bulan Maret diundur menjadi April mendatang karena anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum cair.
Hal tersebut, sambung Alit Mariana, dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesiapan guru karena waktu pelatihan sangat singkat dan mepet dengan target pelaksanaan kurikulum baru itu. Baca lebih lanjut