LDII Banten Mensinergikan Pendidikan Agama dan Pramuka


Image

Sako Sekawan Persada Nusantara, satuan komunitas berbasis masjid yang sedang menapaki untuk menjadi yang pertama di Indonesia

Pramuka berlatar belakang sekolah sudah biasa, tapi kalau pramuka berbasis komunitas masjid tentu menarik. UU No 12 tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka, memperbolehkan komunitas menjadi organisasi pendukung gerakan pramuka.

Pramuka berbasis komunitas masjid terbilang menarik. Bagi LDII, Pramuka bisa menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai moral dan agama, dengan cara interaktif. Sebab itulah DPP LDII Departemen Kepemudaan dan Olahraga membentuk Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) LDII. Salah satu kegiatannya berupa Pramuka Bahari, yang kali ini dipusatkan di Banten pada 12-13 Oktober 2013. Baca lebih lanjut

Iklan

Manajemen Operasional


Definisi Manajemen Operasional

Manajemen Oprasional.

Manajemen Oprasional.

Sobat Generus Indonesia, yang dimaksud Operasi adalah suatu aktivitas dalam mentransformasikan input – input menjadi output – output yang dapat menambah nilai pada barang atau jasa.
Menurut Anoraga (2009) Manajemen operasional adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi.

Render dan Heizer (2005 : 2)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukan dan keluaran. Baca lebih lanjut

Manajemen Strategik


 Manajemen-Strategi

Manajemen Strategik

Sobat Generus Indonesia, perencanaan strategik merupakan proses Sistematis yang berkesinambungan, melalui proses pembuatan keputusan dengan memanfaatkan sebanyak mungkin pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara sistematis berbagai kegiatan untuk melaksanakan keputusan tersebut, dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang sistematis pula. Jadi tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perencana strategik merupakan bagian terpenting dalam penyelenggaraan manajemen strategik.

Untuk pertama kalinya manajemen strategik dikembangkan dalam kalangan militer Indonesia pada awal dasawarsa tujuh puluhan, guna mewujudkan suatu tatanan kekuatan nasional yang berperan melindungi keutuhan teritori serta kedaulatan bangsa dan negara. Tatanan tersebut hingga saat ini dikenal sebagai sistem manajemen sumberdaya pertahanan dan keamanan dengan Sistem Perencanaan Strategis Pertahanan Keamanan Negara (Sisrenstra Han-neg) sebagai perwujudan rencana tindakan dan kegiatan mendasar dalam pola impelementasi. Baca lebih lanjut

Definisi manajemen Kinerja


Definisi manajemen Kinerja

Manajemen Kinerja, Pandangan Dasar, Tahapan dan Tujuan Manajemen Kinerja

Managemen Kinerja

Management Kinerja.

Sobat Generus Indonesia, secara mendasar Manajemen kinerja merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan kinerja, pemantauan / peninjauan kinerja, penilaian kinerja dan tindak lanjut berupa pemberian penghargaan dan hukuman. Rangkaian kegiatan tersebut haruslah dijalankan secara berkelanjutan.

Menurut Baird (1986) definisi Manajemen Kinerja adalah suatu proses kerja dari kumpulan orang- orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dimana proses kerja ini berlangsung secara berkelanjutan dan terus- menerus.

Menurut Direktorat Jenderal Anggaran (2008), manajemen kinerja merupakan suatu proses strategis dan terpadu yang menunjang keberhasilan organisasi melalui pengembangan performansi aspek-aspek yang menunjang keberadaan suatu organisasi. Pada implementasinya, manajemen kinerja tidak hanya berorientasi pada salah satu aspek, melainkan aspek-aspek terintegrasi dalam mendukung jalannya suatu organisasi. Baca lebih lanjut

Manajemen Konflik


Definisi Manajemen Konflik

Manajemen Konflik

Difinisi Manajemen Konflik

Sobat Generus Indonesia, menurut Nardjana (1994) Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.

Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4)

Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) adalah:

Conflict is a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another.

Yang kurang lebih memiliki arti bahwa konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasi dan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya. Baca lebih lanjut