Peran Orang Tua dalam Pendidikan Agama Anak


anak-belajar-mengaji-Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar“. (Q.S. Lukman: 13)

BANYAK orang tua yang berharap kelak anaknya menjadi seorang yang sukses dan pintar. Paradigma seperti ini, sebagian besar ditujukan pada kesuskesan dunia semata tanpa memikiran kesuksesan di akhirat. Padahal, jika para orang tua berpikir jernih tentang arti kesuksesan hidup, pasti mereka akan berpikir, betapa pentingnya menyelamatkan anak dari jerat duniawi (godaan hidup di dunia).

Tidak salah berharap anak sukses, akan tetapi jangan hanya didunia, terlalu sempit harapan itu, karena kesuksesan akhiratnya jauh lebi penting dan tentu lebih besar. Dunia hanya perahu tempat kita berlayar, sedangkan akhirat pelabuhan terakhir kehidupan, dimana tidak akan kita temui usaha untuk hal apapun. Semuanya telah ditentukan di dunia, maka rasional ukuran kesuksesan umat Islam adalah menyelamatkan anak dari gelombang-arus dunia yang bisa menyeret pada kesengsaraan hidup kelak diakhirat. Baca lebih lanjut

Orangtua Didenda jika Anaknya Bolos


Orangtua Didenda jika Anaknya Bolos

Siswa-Bolos-SekolahSobat GenerusIndonesia, tahukah Sobat  bahwa Pemerintah Inggris menetapkan hukuman denda kepada orangtua yang anaknya bolos sekolah. Sepanjang tahun ajaran 2011-2012, jumlah orangtua yang didenda karena anaknya bolos sekolah di Inggris meningkat pesat.
Data Kementerian Pendidikan Inggris memperlihatkan surat denda yang dikeluarkan kepada para orangtua mencapai 41.224 atau meningkat sampai lebih dari seperempat dibanding tahun ajaran sebelumnya.
Semakin banyak pula orangtua yang dibawa ke pengadilan karena tidak membayar denda tersebut dengan jumlah 6.300 orangtua disidang pada masa 2011-2012.
Namun, secara umum, persentase anak-anak yang “absen secara tetap” dari sekolah menurun menjadi 5,2 persen dari 6,1 persen. Artinya, sepanjang 2011-2012, tercatat 333.850 ribu siswa yang berada dalam kategori “absen secara tetap” turun dari 392.305 murid. Mereka adalah para siswa yang absen selama lebih dari satu bulan tanpa pemberitahuan.

Seorang ibu dihukum

Meningkatnya jumlah orangtua yang didenda itu bisa menjadi salah satu pertanda dari tindakan tegas yang diambil pemerintah. Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa jika anak-anak tidak berada di sekolah, dipastikan mereka tidak akan bisa belajar.
Terlalu banyak anak-anak yang masih bolos dari pelajaran. Kami harus terus menangani buruknya tingkat kehadiran dan menjamin setiap siswa mendapat pendidikan yang baik,” seperti dinyatakan seorang juru bicara Kementerian Pendidikan.
Undang-undang di Inggris menetapkan orangtua memiliki kewajiban untuk memastikan anaknya datang sekolah pada usia wajib belajar. Pertengahan Februari, seorang ibu di Cornwall, Inggris barat daya, diganjar hukuman penjara 20 minggu karena ketiga anaknya absen dari sekolah secara teratur.
Ketiga anaknya—yang berusia 15, 14, dan 6 tahun—berulang kali absen walaupun ibunya sudah empat kali mendapat sanksi.
Sumber: edukasi.kompas.com

Menanamkan Anti Kekerasan dari Rumah


Menanamkan Anti Kekerasan

Keluarga seharusnya berperan penting untuk membentengi anak agar tidak terjerumus ke dalam tindakan kriminalitas termasuk tawuran. Sayangnya, belum semua keluarga menyadari peran penting ini.

Menanamkan-anti-kekerasan-dari-rumah-dari-pengaruh-TVMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Sari Gumelar mengatakan hal ini menanggapi kekerasan antarpelajar di Jabodetabek yang kian marak dan menakutkan. Sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat lonjakan angka tawuran dari 128 kasus pada 2010 menjadi 339 kasus di 2011. Sejumlah 82 orang meninggal akibat tawuran. “Karena kesibukan yang padat dan kemajuan teknologi, orang sering kali lupa dengan orang lain, termasuk anak-anak mereka. Anak selalu menjadi korban,” ujar Linda, Rabu (21/12).
Kemajuan teknologi yang dimaksud Linda adalah ketika orang menjadi sibuk dengan gadget mereka. Keasyikan berinteraksi di dunia mayajustru mengurangi kualitas komunikasi orang-orang yang hadir secara fisik. Selain itu, tayangan kekerasan di televisi juga memengaruhi anak. Belum lagi bila anak juga terbiasa melihat orangtua mereka bertengkar dan terjadi kekerasan fisik.
Kalau anak terus-menerus menyaksikan kekerasan, mereka beranggapan bahwa kekerasan ini merupakan hal biasa. Akhirnya, anak meniru juga melakukan kekerasan, termasuk tawuran,” papar Linda. Baca lebih lanjut

Pengaruh Game terhadap Perkembangan Anak


GAME dan ANAK

game-dan-anakAkhir-akhir ini banyak kasus kriminal pembunuhan dengan latar belakang pengadopsian tokoh game/ film membuat kita tercengang. Bagaimana tidak?!, figur dan tingkah laku dalam dunia game ditiru dan dilakoni dengan persis ketika menghabisi nyawa orang lain. Apa ini pertanda anak-anak sebagai generasi muda sudah kehabisan figur baik yang bisa dibanggakan dan dicontoh dalam kehidupan sehari-hari?.

Tidak bisakah para pemimpin kini menjadi figur contoh yang bisa dibanggakan para generasi muda hingga dibanggakan dan terbawa sampai ke mimpi dan cita-citanya?. Miris kita mendengarnya, ketokohan orang-orang hebat, ahli dakwah, mubaligh, mubalighot, menteri, presiden, dll ternyata kalah dengan figur sosok maya dalam game dengan senjata yang besar dan memberondong tumpas lawan-lawannya. Baca lebih lanjut

Perkembangan Anak dan Pendidikan Anak Usia Dini


PAUD salah satu usaha menyiapkan anak ke jenjang pendidikan selanjutnya

tumbuh-kembang-dan-pendidikan-dasar-anakAnak merupakan fondasi bangsa dan pendidikan terhadapnya merupakan modal dasar keberlangsungan suatu bangsa. kalimat yang penuh retorika tersebut seakan menggugah kita sebagai pembacanya untuk ikut larut berpartisipasi dalam pendidikan anak. Minimalnya ikut concern dalam pendidikan anak demi kemajuan bangsa ini kelak. Mungkin kesadaran ini yang menggugah kemendiknas lewat Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Anak Usia Dini. Negara kita memerlukan sekitar 58 tahun dari sejak merdeka untuk mencantumkan pentingnya pendidikan usia dini anak-anak kita ke dalam undang-undang negara, namun hendaknya anda sebagai orang tua tidak perlu berpikir selama itu untuk memutuskan pendidikan usia dini anak anda.

Apakah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ?

Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui : Pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU-RI nomor : 20 Tahun 2003 – pasal 1.14) Baca lebih lanjut

Peran Orangtua dalam pendidikan Anak


Orangtua perlu tahu perkembangan anak sesuai usia

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah.

Pendidikan merupakan suatu usaha manusia untuk membina kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyaratakat. Setiap orang dewasa di dalam masyarakat dapat menjadi pendidik, sebab pendidik merupkan suatu perbuatan sosial yang mendasar untuk petumbuhan atau perkembangan anak didik menjadi manusia yang mampu berpikir dewasa dan bijak.
Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak dan mendidik anak dirumah; fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan di sekolah. Baca lebih lanjut

Tips Cara Mendidik Anak dengan Baik dan Positif


Tips mendidik anak

Semua orang tua, tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang berguna, berbakti kepada kedua orang tua, agama dan negara.

Merupakan suatu kewajiban bagi orang tua untuk mendidik anak, agar supaya, jika besar nanti, anak tersebut sesuai dengan apa yang di harapkan. Patuh kepada ajaran-ajaran agama dan tidak melanggar hukum atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itu, kiranya Anda harus mempunyai cara-cara tersendiri untuk mendidik anak, tips cara mendidik anak yang baik dan positif.

1. Ajarilah anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri.

Caranya : Perhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Selalu sediakan waktu bagi diri Anda pribadi di tengah kesibukan harian Anda. Baca lebih lanjut