Selamat bertugas Kak Adyaksa Dault, Jayalah Pramuka Indonesia


Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adyaksa Dault bersama Yudhi Prastyo Sako LDIISelamat bertugas untuk kak Adhyaksa Dault”, itulah kata penghormatan bagi Kak Azrul Azwar sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka lama kepada Kak Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Pramuka yang baru. Kak Adhyaksa Dault dalam pemilihan berhasil menyisihkan 10 calon yang lain dengan dukungan suara terbanyak yakni 17 suara.
Dalam visi misinya, Adhyaksa Dault ingin mempopulerkan Pramuka dengan membuat Program Scouting International. Adhyaksa Dault dalam kesempatan itu juga kembali menegaskan keinginannya untuk membuat Pramuka kembali menjadi favorit bahkan dipilih sebagai kegiatan yang menyenangkan dan positif bagi kalangan anak-anak hingga remaja. Acara Munas Pramuka ini dihelat di Kupang, Nusa Tenggara Timur dari tanggal 2-5 Desember 2013 lalu. Acara Munas Pramuka dibuka oleh Menteri Pendidikan M.Nuh dan ditutup Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan dihadiri Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan seluruh Perwakilan Kwartir Daerah Se- Indonesia.
Dalam kesempatan ini pula, perwakilan SAKO Sekawan Persada  Nusantara yakni Kak Yudhi Prasetyo dan Kak Syahrul Lamabelawa ikut memberikan selamat kepada Kak Adhyaksa Dault. SAKO Sekawan Persada Nusantara adalah Satuan Komunitas Pramuka dibawah bimbingan LDII.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ingin turut serta melestarikan jiwa Pramuka yang mandiri dan menularkannya kepada generasi muda binaannya. Sekali lagi “Selamat bertugas Kak Adhyaksa Dault, Salam Pramuka dan Semoga Pramuka Indonesia semakin jaya.(red)

Iklan

Robert Baden Powell


Lord_baden_powell_2Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Baron Baden-Powell (22 Februari 1857 – 8 Januari 1941), juga dikenal sebagai BP, bipi atau Lord Baden-Powell, adalah letnan satu umum di tentara, penulis, dan pendiri Gerakan Kepanduan.
Setelah bersekolah di Charterhouse, Baden-Powell bertugas di Angkatan Darat Inggris dari tahun 1876 sampai 1910 di India dan Afrika. Pada tahun 1899, selama Perang Boer Kedua di Afrika Selatan, Baden-Powell berhasil mempertahankan kota yang di Pengepungan Mafeking. Beberapa buku bertema militer yang ditulis untuk pengintaian dan pelatihan pandu di Afrika tahun itu banyak dibaca oleh anak laki-laki. Berdasarkan buku-buku sebelumnya, ia menulis Scouting for Boys, yang diterbitkan tahun 1908 oleh Pearson, untuk pembaca remaja. Selama menulis, ia menguji gagasannya melalui perjalanan berkemah di Pulau Brownsea dengan Brigade Pemuda dan anak tetangganya yang dimulai pada 1 Agustus 1907, yang kemudian dianggap sebagai awal dari Kegiatan Kepanduan.
Setelah pernikahannya dengan Olave St. Clair Soames, Baden-Powell, adiknya Agnes Baden-Powell dan terutama istrinya yang sangat aktif memberikan bimbingan terhadap Gerakan Kepanduan dan Kepanduan Putri. Baden-Powell meninggal di Nyeri, Kenya pada tahun 1941.

Kehidupan awal Baca lebih lanjut

Sejarah kepramukaan Dunia


SEJARAH KEPRAMUKAAN DUNIA

Logo_pramuka_internasionalPendiri kepramukaan dunia yaitu Lord Robert Baden Powell of Gilwill. Ia lahir di London pada tanggal 22 Februari 1857. Nama sebenarnya ialah Robert Stephenson Smyth, Ayah beliau seorang profesor Geometri di Universitas Oxford yang bernama Baden Powell yang meninggal ketika stephenson masih kecil.

Pengalaman Baden Powell sejak kecil yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan :

  1. Ditinggal bapaknya sejak kecil, dan mendapat pembinaan watak dari ibunya.
  2. Latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olahraga dan lain-lainnya didapat dari kakak-kakaknya.
  3. Baden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas dan suka bermain musik, bersandiwara, berolahraga, mengarang dan menggambar. Baca lebih lanjut

Gerakan Pramuka Indonesia


Tunas_Kelapa_Lambang_PramukaGerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.
Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.
Sedangkan yang dimaksud “Kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

SEJARAH PRAMUKA INDONESIA

Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Baca lebih lanjut