Ceci, si Gadis Penenun di pecahan 5000


Gadis Penenun di pecahan Rp 5000

pecahan-uang-lima-ribu-rupiahSaat berumur 17 tahun, Natasha Annestessya biasa disapa Ceci, adalah gadis yang menjadi model pengrajin tenun Pandai Sikek. Gambar seorang gadis sedang menenun yang kerap dilihat dalam uang pecahan Rp 5.000. Kini, Ceci menetap California , Amerika Serikat dan sudah tak lagi meminta uang ke ibunya untuk membayar kuliah, Rabu (26/12/2013).
Menurut ibunya, Anna Tuturaima, saat Ceci berumur 17 tahun dirinya mengikuti pemotretan dengan alat penenun Pandai Sikek, alat tenun Sumatera Barat yang dilaksanakan oleh Perusahaan Umum Percatakan Uang RI (Peruri). Ketika itu, Ceci adalah mahasiswi semester tiga Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI).
Dari 80 kontestan yang mengikuti pemotretan, Ceci kemudian lolos dan menjadi model penenun di uang lima ribu tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

Lauren Marbe – Wanita terpandai di Dunia


Lauren Marbe-Memiliki IQ 161

Disebut-sebut sebagai manusia terpandai di dunia

Lauren Marbe - gadis paling jenius di dunia.

Lauren Marbe – gadis cantik paling jenius di dunia

Inggris – Mungkin banyak orang mengenal Bill Gates, Stephen Hawking, dan Albert Einstein. Mereka dikenal sebagai orang-orang jenius dan terpintar di muka bumi ini.
Namun, ternyata ada sosok perempuan cantik yang memiliki IQ lebih tinggi dari orang-orang pintar yang disebutkan tadi. Perempuan tersebut bernama Lauren Marbe. Seorang siswi Roding Valley High School berusia 16 tahun.
Ia memiliki tingkat IQ 161. Angka tersebut ternyata lebih tinggi dari IQ yang dimiliki Bill Gates, Stephen Hawking, bahkan Alber Einsten sekalipun, yang memiliki tingkat IQ 160.
Diperkirakan pemilik IQ 160, hanya 1 persen jumlahnya di muka bumi ini.
Menariknya, penampilan Lauren tidak seperti orang jenius kebanyakan. Gadis berambut pirang ini suka sekali dandan dan jalan-jalan. Ia merupakan anak seorang sopir taksi dan memiliki cita-cita sebagai seorang pemain teater terkenal.
“Aku ingin melanjutkan kuliah arsitertur di Cambridge,” ujar Lauren yang selalu mendapatkan nilai A dan A+ di sekolahnya.

Penulis: Campuslifemagz / TK/TK
Sumber:Campuslifemagz

Sejarah, Tugas dan galeri Polwan


Sejarah, tugas dan galeri Polwan

Polwan Cantik IndonesiaSobat Generus Indonesia, Polisi Wanita yng kita kenal dengan singkatan POLWAN di Indonesia lahir pada 1 September 1948. Berawal dari Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, saat pemerintah Indonesia menghadapi Agresi II. Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukit Tinggi untuk membuka Pendidikan Inspektur Polisi bagi kaum wanita. Setelah melalui seleksi, terpilihlah enam orang.
Mereka adalah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein dan Rosnalia Taher. Keenam gadis itu secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukit Tinggi.
Sejak itu tanggal 1 September dinyatakan senagai Hari Lahirnya Polisi Wanita yang akrab dipanggil POLWAN. Keenam polwan angkatan pertama tersebut juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di tanah air, yang kini semuanya sudah pensiun dengan rata-rata berpangkat komisaris besar polisi (KombesPol). Baca lebih lanjut

Sejarah Kelahiran Polwan Indonesia


Polwan-cantikSobat Generus Indonesia, sejarah kelahiran Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran Polisi Wanita dinegara lain. Penaganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik korban maupun pelaku kejahatan.

Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari kota Bukit Tinggi Sumatera Barat ketika pemerintah Indonesia menghadapi Agresi II pengungsian besar-besaran antara lain dari semenanjung Malaya yang sebagian besar kaum wanita. Mereka tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh Polisi pria.

Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukit Tinggi untuk membuka “Pendidikan Inspektur Polisi” bagi kaum wanita, setelah melalui seleksi terpilih 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya dari Ranah Minang yaitu

  1. Mariana Saanin Mufti
  2. Nelly Pauna Situmorang
  3. Rosmalina Pramono
  4. Dahniar Sukotjo
  5. Djasmainar Husein
  6. Rosnalia Taher

Keenam gadis remaja tersebut secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukit Tinggi, sejak itu dinyatakan lahirlah Polisi Wanita yang akrab dipanggil Polwan. Ke enam Polwan angkatan pertama tersebut juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di tanah air yang kini kesemuanya sudah pensiun dengan rata-rata berpangkat Kolonel Polisi (Kombes).

Tugas Polwan di Indonesia terus berkembang tidak hanya menyangkut masalah kejahatan wanita, anak-anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas polisi prianya. Bahkan di penghujung tahun 1998, sudah lima orang Polwan dipromosikan menduduki jabatan komando (sebagai Kapolsek). Hingga tahun 1998 sudah empat orang Polwan dinaikkan pangkatnya menjadi Perwira Tinggi berbintang satu.

Kenakalan anak-anak dan remaja, kasus perkelahian antar pelajar yang terus meningkat dan kasus kejahatan wanita yang memprihatinkan. Dewasa ini adalah tantangan amat serius bagi Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri. Hingga saat ini juga sudah ada polwan yang memegang jabatan sebagai kapolres dan kapolda. (Sumber: Republika.co.id)

7 Pahlawan Wanita Indonesia


7 Pahlawan Wanita Indonesia

Sobat GenerusIndonesia, berikut akan kita uraiakan siapa saja pahlawan Wanita yang telah berjasa bagi negara tercinta kita:

1. Raden Ajeng Katini

Raden+Ajeng+Kartini+Pahlawan+Wanita+IndonesiaR.A Kartini lagir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara, pahlawan nasional yang lahir dari kalangan Priayi kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat seorang Bupati Jepara, dan keturunannya pernah di telusuri bahwa ia adalah salah satu keturunan dari Sri Sultan Hangkubowono IV. Anak ke – 5 dari 11 bersaudara ini memperjuangkan pendidikan gratis di daerah Jepara dan Rembang yang dikhususkan untuk para kaum putri yang ada pada saat itu.
Door Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.
Upaya dari puteri seorang Bupati Jepara ini telah membuka penglihatan kaumnya di berbagai daerah lainnya. Sejak itu sekolah-sekolah wanita lahir dan bertumbuh di berbagai pelosok negeri. Wanita Indonesia pun telah lahir menjadi manusia seutuhnya.
Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya. Baca lebih lanjut

Sejarah Raden Ajeng Kartini


Raden-Ajeng-Kartini

Raden Ajeng Kartini, Lahir 21 April 1879, Jepara, Jawa Tengah

Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu. Kartiniadalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Baca lebih lanjut

Tjoet Nyak Meutia


Cut Nyak Meutia. Pahlawan Nasional dari Aceh

Cut Nyak Meutia. Pahlawan Nasional dari Aceh

Tjoet Nyak Meutia (Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, 1870 – Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910) adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Ia dimakamkan di Alue Kurieng, Aceh. Ia menjadi pahlawan nasional Indonesiaberdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964

Awalnya Tjoet Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Namun pada bulan Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sebelum meninggal, Teuku Tjik Tunong berpesan kepada sahabatnya Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi.

Tjoet Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya dibawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem, Tjoet Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya tewas pada tanggal 26 September 1910. Baca lebih lanjut

Berkenalan dengan 6 Fashion Blogger Indonesia


6 Fashion Blogger Indonesia

Sonia-ErykaAnak-anak muda sadar penampilan ini tampil ‘narsis’ di laman blog mereka. Tapi bukan cuma memajang foto diri, para fashion bloggers ini juga memberikan ulasan dan kritik seputar dunia mode, kehadiran mereka boleh dibilang jadi trendsetter mode anak muda. Salah satu fashion blogger yang masih berusia belia adalah Sonia Eryka (19 tahun), gayanya bisa dilihat di alamat soniaeryka.blogspot.com.

Diana-Rika-Sari

Diana Rika Sari (28 tahun) pantas menyandang gelar pelopor tren fashion blogger di Indonesia. Gaya berbusana dan ulasan yang ditulis Diana dalam laman blog dianarikasari.blogspot.com telah beberapa kali disorot media massa. Diana sendiri kini memiliki merk produk sepatu wedges sendiri.

Michelle-Koesnadi

Nama Michelle Koesnadi dalam beberapa media massa fashion Indonesia sudah cukup terkenal. Berkat gaya dan karyanya yang bisa ditemui di laman pribadinya yang beralamat di glistersandblisters.com, ia beberapakali menjadi stylist atau fotografer untuk sejumlah majalah fashion.

Suci-Utami

Seolah tidak mau kalah, kaum hawa berjilbab juga berani mengekspresikan diri mereka lewat laman blog pribadi. Mereka turut mempopulerkan busana muslim (hijab) yang lebih modis. Salah satunya adalah Suci Utami (25 tahun), yang pernah menerima pesanan jilbab bikinannya bermerk Such! dari Nigeria. Gaya dan jilbab produk Suci bisa diakses di lastminutegirl.blogspot.com.

Fitri-Aulia

Para hijabers yang aktif di dunia maya lewat laman blog pribadi punya komunitas bernama Hijabers Community. Salah satu anggotanya, Fitri Aulia terdorong membuat laman blog fashion khusus jilbab (kivitz.blogspot.com) dengan alasan ingin memberi contoh berhijab yang sesuai akidah.

Siti-Juwariyah

Beberapa fashion bloggers berhijab selain aktif mengunggah gaya diri mereka sendiri, juga terdorong untuk membuat merk produk busana yang mereka keluarkan sendiri. Siti Juwariyah, pemilik blog sittisstreet.blogspot.com punya produk hijab yang berlabel Kaffah.

sumber: www tempo co

Kapolsek Perempuan Pertama di Langsa Aceh, AKP Fitrisia Kamila


Kapolsek Wanita Pertama di Langsa

AKP Fitrisia Kamila Jadi Kapolsek Perempuan Pertama di Langsa.

AKP Fitrisia Kamila Jadi Kapolsek Perempuan Pertama di Langsa

Dilantik pada hari Selasa, 11 Desember 2012 sebagai Kapolsek Birem Bayeun, AKP Fitrisia Kamila tercatat sebagai Kapolsek pertama yang dijabat oleh perempuan di wilayah hukum Polres Langsa.
Kapolsek cantik ini dilahirkan di Pekan Baru 8 Juli 1983 silam. Ia lulusan Akademi Polisi tahun 2005. Lulus pendidikan AKP Kamila ditugaskan pertama kali di Polres Banda Aceh, tahun 2010 hingga 2011 ia kemudian dipercayakan menjabat sebagai Kapolsek Darul Imarah di Aceh Besar yang masuk wilayah hukum Polrestas Banda Aceh.
Usai bertugas di sana ia kemudian dipindahtugaskan ke Polres Langsa sebagai Kasubbag Humas Bagian Operasi Polres Langsa. Penghujung tahun 2012 ini ia kemudian dipercayakan kembali sebagai Kapolsek Birem Bayeun. Ibu tiga anak ini bersuamikan seorang anggota TNI Kapten Boby Wijayanto.
Langkah pertama adalah dengan lebih proaktif melakukan pertemuan dengan geuchik dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan demikian ia berharap dapat menciptakan suasana kemanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif

Sumber: www istana bidadari blogspot com