Bahaya Narkoba


Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Bahaya Penyalahgunaan NarkobaSobat GenerusIndonesia, masalah penyalahgunaan narkoba sampai sekarang masih menjadi masalah yang memusingkan kita semua ditinjau dari berbagai aspek kehidupan. Fenomena ini merupakan suatu kejutan baru dimana banyak tenaga ahli diberbagai bidang belum mampu menyikapi atau mengantisipasi keadaan ini secara optimal. Akibatnya banyak generasi muda yang terjerumus kedalam narkoba dan kehilangan masa depan.

PERUBAHAN POLA PIKIR DAN PERILAKU PENGGUNAAN NARKOBA

Masalah penyalahgunaan zat sampai sekarang masih menjadi masalah yang memusingkan kita semua ditinjau dari berbagai aspek kehidupan. Bisa berawal dari keluarga sendiri, tapi juga bisa berawal dari adanya kriminalitas atau dari masalah-masalah sosial lain yang pada akhirnya berpokok pangkal pada penyalahgunaan Narkoba.
Dalam waktu yang relatif singkat beberapa tahun belakangan ini maka penyalahgunaan zat para pemakai telah menjadi momok yang begitu mengerikan dengan segala akibatnya di berbagai bidang, baik medis, sosial, pendidikan, dan keamanan berupa meningkatnya kasus-kasus kriminalitas. Komplikasi di bidang medis juga tak kalah mengerikannya karena berdampak luas serta membawa beban biaya yang luar bisa serta juga kematian yang diakibatkannya. Sebagai contoh kerusakan saraf yang diakibatkan oleh pemakaian Narkoba tersebut antara lain akan menyebabkan seseorang berubah menjadi tidak produktif lagi bahkan memerlukan biaya besar untuk pengobatan ataupun rehabilitasnya. Ironisnya penyalahgunaan Narkoba ini terutama dari kalangan usia produktif yang sebenarnya maka akan menjadi beban masyarakat. Masalah ini menjadi semakin parah oleh karena kita sendiri ternyata belum siap menghadapi kenyataan ini semua.
Fenomena ini merupakan suatu kejutan baru dimana banyak tenaga ahli diberbagai bidang belum mampu menyikapi atau mengantisipasi keadaan ini, karena dimasa lalu kita kurang menanggapi hal ini secara serius, ditambah lagi memang kegiatan penyalahgunaan zat ini seolah-olah berjalan dibawah tanah. Keluarga atau masyarakat baru mengetahuinya setelah melihat kenyataan atau tampak berbagai kejadian yang memprihatinkan misalnya setelah keadaan menjadi begitu parah dengan berbagai komplikasi yang diakibatkan oleh penyalahgunaan zat tersebut.
Di dalam masalah penyalahgunaan zat ini kita bisa melihat banyak hal yang terasa kurang atau tidak masuk diakal yang sehat, itulah sebabnya maka penyalahgunaan zat ini dimasukkan dalam kategori gangguan jiwa. Ironisnya lagi banyak kalangan medis sendiri yang apriori terhadap penanganan penyalahgunaan zat ini. Dengan mudah mereka menyatakan tidak berkompeten dan tidak mau tahu atau bahkan merasa jijik kalau harus ikut menangani masalah penyalahgunaan zat ini. terlebih kalau mengetahui bahwa mereka juga menderita HIV/AIDS, bahkan orang tua mereka sendiri kadang-kadang merasa ketakutan karena ketidaktahuan mereka akan cara penanganan pasien yang menderita penyakit tersebut.
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa para pecandu sendiri umumnya menunjukkan prilaku yang kadang-kadang cukup menjengkelkan dan penuh dengan trik atau tipu muslihat yang biasanya tujuan utamanya adalah mendapatkan bahan yang akan disalahgunakan itu. Namun sesungguhnya perlakuan oleh sebagian petugas medis itu adalah tidak manusiawi dan menyalahi sumpahnya sebagai tenaga kesehatan yang akan mengabdikan diri bagi kepentingan sesama manusia. Untunglah sekarang ini mulai banyak orang yang mau peduli akan keadaan ini. Namun tiadanya koordinasi dalam penanganan masalah ini juga akan menimbulkan ekses yang diinginkan antara lain dengan cara penanganan yang salah atau berbagai pihak yang menyalahgunakan serta mengambil kesempatan ketidaktahuan orang untuk kepentingan diri sendiri.
Macam-macam zat yang sering disalahgunakan
Beberapa macam zat yang sering disalahgunakan di masyarakat memang ada yang berupa obat, tetapi ada juga yang berupa zat yang tidak pernah digunakan sebagai obat.

Zat-zat yang sering disalahgunakan antara lain:

  1. Kafein dan Nikotin
  2. Alkohol
  3. Obat penenang (trancuilizer atau populer disebut sebagai pil koplo)
  4. Ganja
  5. Ekstasi
  6. Shabu atau shabu-shabu
  7. Heroin atau Putaw
  8. Kokain
  9. Jamur (tertentu atau magic mushroom)
  10. Zat menguap (volatile agents)
  11. Anestheticum (ketalar) dan sebagainya

Zat-zat ini akan bertambah terus macamnya seiring dengan berjalannya waktu karena akan selalu ditemukan zat-zat lain yang bisa diciptakan untuk disalahgunakan. Demikian juga penggunaannya adalah dari berbagai kalangan serta umur (dari umur anak Sekolah Dasar sampai kakek atau nenek).
Dampak sosial dari pada penggunaan zat-zat ini sangat besar. Selain merugikan diri sendiri dan keluarga secara ekonomis, dimana para pengguna umumnya membelanjakan sejumlah besar uang untuk mengkonsumsi zat tersebut, mereka juga kontra produktif. Disamping itu, penggunaan zat-zat tersebut juga memicu terjadinya masalah-masalah dalam hubungan dengan masyarakat.
Dalam pengamatan kami maka seseorang yang telah lama menjadi pengguna mempunyai beberapa perubahan tingkah laku yang agaknya dapat diamati sebagai ciri para pengguna walaupun sebenarnya tidak terlalu spesifik.

Ciri-ciri pengguna Narkoba a.l:

  1. Prestasi di sekolah tiba-tiba menurun secara drastis
  2. Pola tidur berubah misalnya pagi susah di bangunkan, malam suka begadang
  3. Selera makan berkurang dan sering haus
  4. Banyak menghindari pertemuan dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain, serta banyak mengurung diri di kamar dan menolak diajak makan bersama
  5. Bersikap lebih kasar terhadap anggota keluarga dibandingkan sebelumnya
  6. Sesekali dijumpai dalam keadaan mabuk, teler, bicara pelo atau cadel, kesadaran menurun atau bahkan timbul gejala kecurigaan yang berlebihan atau yang dikenal dengan nama paranoid (biasanya timbul akibat pemakaian shabu-shabu atau ineks) atau halusinasi apabila orang memakai zat yang disebut Hallucinogen.
  7. Menjadi suka berbohong atau menipu
  8. Suka mencuri barang baik di rumah maupun di luar rumah untuk ditukar dengan zat atau drugs
  9. Pengguna ineks dan shabu kadang-kadang bisa menunjukkan perilaku psikotik (seperti orang gila) bahkan pada orang yang mempunyai faktor keturunan gila, bisa menyebabkan penyakit gila tersebut menjadi manifest.

Demikianlah selintas kilas beberapa perubahan perilaku pecandu yang sebaiknya mendapat dikenali dan diamati atau dicermati agar kita tidak terlambat menanganinya.

BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

1. Sebab-sebab penyalahgunaan narkoba

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi pecandu atau penyalah guna narkoba antara lain :

  1. Akibat rasa ingin tahu atau malah sebagai akibat ketidak tahuan dimana anak atau orang tersebut menjadi mudah dijebak atau terjebak kedalam penyalahgunaan narkoba
  2. Seseorang yang suka mengambil resiko
  3. Untuk menghilangkan kejenuhan atau kebosanan
  4. Melarikan diri dari kejenuhan atau kekecewaan
  5. Ingin merasa relaks
  6. Ingin merasa senang-senang
  7. Untuk mendapatkan rasa tenang di keramaian
  8. Menjadi anak gaul, ikut teman atau agar mendapatkan teman atau diakui kelompoknya

2. Ciri-ciri remaja beresiko tinggi

Beberapa ciri remaja yang beresiko tinggi untuk menjadi pengguna Narkoba adalah dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Orang yang mudah kecewa
  2. Orang yang tidak sabaran
  3. Orang yang suka menentang aturan
  4. Orang yang suka mengambil resiko yang berlebihan
  5. Orang yang cepat bosan
  6. Orang yang sudah menunjukkan perilaku anti sosial sejak usia dini
  7. Orang yang mempunyai perilaku menyimpang sejak usia dini misalnya dalam hal seksual dan lain-lain
  8. Orang yang mempunyai keterbelakangan mental taraf perbatasan

3. Pengaruh Terhadap Keluarga Korban Narkoba

Beberapa pengaruh terhadap keluarga apabila salah satu anggota keluarganya terjerat oleh Narkoba antara lain sebagai berikut:

  1. Mencemarkan nama baik keluarga
  2. Kurang menjaga sopan santun bahkan melawan kepada orang tua
  3. Tidak segan-segan mencuri uang bahkan menjual barang-barang berharga yang ada di rumah
  4. Kurang menghargai harta milik orang lain.

4. Dasar hukum tindak pidana narkoba

Dasar hukum tindak pidana narkoba antara lain

  1. Undang-Undang Nomor: 22 Th. 1997 tentang Narkotika
  2. Undang-Undang Nomor: 5 Th. 1997 tentang Psikotropika
  3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 8/Menkes/Pen/IV/1997 tentang minuman keras, dan
  4. Undang-Undang Nomor: 8/1997 tentang KUHAP

NARKOTIKA

Narkotika adalah suatu zat/obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, sintesis atau semi sintesis, apabila seseorang menggunakannya atau mencobanya pasti akan ketagihan atau ketergantungan atau bisa disebut juga kecanduan. Karena narkotika mempunyai unsur kecanduan atau ketagihan maka kita harus waspada dalam bergaul terutama menghadapi para pengedar narkotika. Banyak cara yang digunakan oleh pengedar agar barangnya bisa laku, misalnya pengedar mendekati calon korbannya dengan memberi narkotika secara gratis/tidak membeli. Setelah korban menggunakan narkotika tersebut maka korban akan ketagihan mengkonsumsi narkotika. Dengan demikian maka korban akan mencari maupun membelinya berapapun harganya dan tidak akan mengingat tentang resiko apapun yang akan ditanggungnya.
Sebenarnya banyak resiko yang disebabkan oleh narkotika, namun bagi pengguna narkotika resiko itu sama sekali tidak dihiraukan. Resiko negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan narkotika itu antara lain:

  • Penurunan atau perubahan secara fisik dan mental
  • Kesadaran menurun serta menghilangkan rasa
  • Menghilangkan serta mengurangi rasa sakit
  • Menimbulkan nyeri apabila timbul sakau
  • Menurut asal bentuknya narkotika bisa dibedakan menjadi tiga macam yaitu narkotika alam, narkotika semi sintesis dan narkotika sistesis.

1. Narkotika alam

Narkotika alam adalah narkotika yang asalnya dari tumbuh-tumbuhan. Artinya tumbuh-tumbuhan yang batang, akar, atau daunnya bisa digunakan sebagai narkotika tanpa melalui proses kimia. Ada beberapa jenis narkotika alam misalnya opium/candu, kokain, ganja/mariyuana dan lain sebagainya.

a. Opium/Candu (ciri-cirinya):

  • Termasuk golongan tumbuhan musim
  • Dapat tumbuh di daerah pegunungan dengan suhu 20o C
  • Tinggi tanaman antara 70-110 cm
  • Daun warna hijau berlekuk-lekuk dengan panjang antara 10-25 cm
  • Bunganya berwarna merah, putih, atau ungu
  • Buahnya sebesar jeruk nipis atau kepalan tangan bayi dan terdapat pada tiap tangkai satu buah dengan tegak lurus ke atas.
  • Bahan candu terbuat dari getahnya yang diperoleh dengan cara menoreh buahnya.

b. Koka (ciri-cirinya) :

  • Termasuk golongan tanaman perdu
  • Dapat mencapai ketinggian 2-3 meter, bisa mencapai 20-30 tahun
  • Daun melekat pada tangkai batang dan letaknya berselang seling
  • Helai daun satu dan tumbuh satu persatu pada cabang tangkai
  • Bentuk daun bulat telur agak pipih dengan tiga tulang daun hampir sejajar.
  • Berbunga kecil-kecil, sedang buahnya hijau menjadi merah dan keras
  • Di Indonesia juga pernah tumbuh yaitu: Jember, Pasuruan, umumnya mudah tumbuh di daerah Jawa Timur.

Nama samaran

  • Kokaino (di Yogyakarta)
  • Inin (Klaten)
  • Untuk negara asing,
  • Theleaf, C. coke, Dynamite Crine Gire Gold Dust (cocaine)
  • Nose Candy, Paradise Rock, Snow White

c. Ganja/Mariyuana (ciri-cirinya) :

  • Dapat tumbuh hampir di semua daerah di Indonesia
  • Termasuk golongan tanaman perdu, bisa mencapai ketinggian 1-4 meter
  • Berumur antara 6 bulan – 2 tahun
  • Helai daun bentuknya memanjang, pinggir bergerigi, ujung lancip, bagian bawah daun berbulu halus
  • Jumlah helai daun selalu ganjil jumlahnya 5, 7, 9 dst.
  • Secara laboratories mengandung zat T.H.T (Tetra Hydro Cannabinol) yaitu zat psikoaktif yang berefek halusinasi
  • Di pasaran gelap berbentuk: Tembakau, ganja, ganja kering dalam linting, amplop, bungkus, budhastik, minyak-ganja, hasbis
  • Biji ganja pembiakan melalui biji

2. Narkotika semi sintesis

Adapun narkotika semi sintesis adalah bahannya terbuat dari alkaloid opium dengan penantaren dan diproses secara kimiawi untuk dijadikan bahan obat yang berkasiat narkotika. Contohnya adalah heroin, putauw, dan codein

3. Narkotika sintesis

Narkotika sintesis adalah narkotika yang diperoleh melalui proses kimia dengan menggunakan bahan baku kimia sehingga memperoleh hasil baru yang mempunyai efek narkotika. Contohnya antara lain adalah Pethidin dan Methadon
Untuk menghadapi meluasnya peredaran dan penggunaan narkotika yang sangat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat, pemerintah telah menetapkan sangsi hukum narkotika. Beberapa sangsi hukum narkotika yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:
Barang siapa tanpa hak menanam, mempunyai, menyimpan, mengusai golongan I mendapatkan hukuman penjara 10 tahun
Memproduksi atau mengolah serta mengekstrasi hukuman mati atau seumur hidup
Bagi pengguna atau pemakai apabila tidak diketemukan barang bukti secara fisik dihukum 4 tahun penjara.

PSIKOTROPIKA

Psikotropika adalah suatu zat atau obat alamiah maupun sintesis namun bukan narkotika. Psikotropika ini berkasiat secara psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat serta menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

1. Efek samping penyalahgunaan psikotropika

Efek samping yang bisa ditimbulkan dengan menyalahgunakan psikotropika antara lain sebagai berikut:

a. Meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah lelah
b. Meningkatkan kewaspadaan dan rasa percaya diri yang berlebihan
c. Rasa nyaman dan bahagia
d. Menimbulkan khayalan-khayalan yang menyenangkan atau disebut halusinasi
e. Dapat menurunkan emosi

Pengaruh terhadap organ tubuh
Penyalahgunaan psikotropika secara medis bisa merusak organ tubuh atau sampai menimbulkan kematian. Pengaruh terhadap organ tubuh antar lain:

  • Paru-paru bengkak
  • Terjadinya kelainan otot jantung
  • Kelainan pada hati.

2. Sangsi Hukum Psikotropika

Untuk menghadapi meluasnya peredaran dan penggunaan psikotropika yang sangat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat, pemerintah telah menetapkan sangsi hukum psikotropika. Beberapa sangsi hukum psikotropika yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:

  • Dengan tanpa Hak Memiliki, menyimpan dan membawa Psikotropika Pidana paling lama 5 tahun
  • Untuk golongan I pidana minimal 4 tahun paling lama 15 tahun
  • Bagi pengedar golongan II hukuman 15 tahun dengan denda Rp 750.000.000,-
  • Bagi produsen dan pengedar hukuman 15 tahun
  • Mengetahui penyalahgunaan tidak melapor mendapat hukuman 1 tahun atau denda maksimal Rp 20.000.000,-

UPAYA PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Adapun untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba aparat hukum yang tentunya harus dibantu oleh semua unsur masyarakat. Rumusan dalam pencegahannya dapat kami bedakan antara lain cara pre emtif, cara prefentif, cara represif, dan pengobatan/rehabilitasi korban narkoba.

1. Cara prefemtif

Cara pre emtif bisa dilakukan dengan beberapa cara misalnya mengadakan pembinaan lingkungan hidup masyarakat terutama kaum remaja dan pemuda dengan kegiatan yang bersifat kreatif, produktif dan konstruktif agar mendapatkan daya cegah, tangkal, waspada serta terbinanya kondisi perilaku dan norma hidup bebas dari narkoba.

2. Cara prefentif

Cara prefentif bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut:

  • Mewaspadai tempat-tempat peredaran dan pengguna narkoba
  • Menyatakan perang dengan segala bentuk narkoba dan akibat yang ditimbulkannya.

Pernyataan ini bisa dinyatakan dalam bentuk slogan-slogan anti narkoba yang ditempatkan pada tempat-tempat yang erat hubungannya dengan peredaran dan pengguna narkoba. Berikut ini contoh slogan-slogan anti narkoba (mengerjakantugas blogspot.com)

  • Bersatulah Anak Bangsa & HANCURKAN NARKOBA !!”

Demikian Sob, jagalah diri dan keluargamu agar jauh dari Narkoba..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s