Sekilas YPAC BALI


Sekilas tentang YPAC BALI

Tentang_YPAC_Denpasar_Bali

A. Sejarah YPAC Bali

Awal berdirinya Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bali bernama Yayasan Pemeliharaan Anak Cacat Melati yang dirintis oleh Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Denpasar, atas prakarsa Istri Gubernur Provinsi Bali (Nyonya Sukarmen) pada waktu itu beliau sebagai Ketua Badan Pembina Koordinasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Bali.

Untuk menindak lanjuti prakarsa tersebut pada tanggal 27 Oktober 1075 Nyonya Lauren SilasLeimena bersama Ny. Ardhini Suardana menghadap Notaris dengan tujuan untuk merintis berdirinya sebuah Yayasan Anak Cacat. Yayasan ini secara resmi berdiri dengan Akte Notaris No. 48 tanggal 19 Oktober 1975 dengan nama Yayasan Pemeliharaan Anak Cacat diketuai olehNyonya Lauren Silas Leimena (1981-1985). Selanjutnya dengan memperhatikan hasil rapat pengurus tanggal 3 Maret 1976 Yayasan Pemeliharaan Anak Cacat diganti namanya menjadi Yayasan Bimbingan Anak Cacat (YBAC) Melati.
Seiring dengan perjalan waktu timbul suatu keinginan untuk mengembangkan YBAC Melati agar dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada penyandang cacat, maka Ny. Lauren Silas Leimena ditunjuk sebagai Ketua Panitia Persiapan Pendiri YPAC Bali. Panitia Persiapan Pendirian YPAC mengajukan surat permohonan tertanggal 10 April 1981 ke YPAC Pusat di Jakarta agar YBAC Melati dapat diterima menjadi Cabang YPAC Pusat.
Berdasarkan Surat Permohonan tersebut terbitlah Surat Keputusan Pengurus YPAC Pusat Nomor 24/SK/P/81 dan PBAC Melati menjadi Cabang YPAC Pusat dengan nama Yayasan Pembinaan Anak Cacat Bali.
Setelah 10 tahun Yayasan ini berdiri, akhirnya pada tahun 1985 YPAC Bali berhasil membeli secara swadaya sebidang tanah seluas 5 are kemudian disumbang oleh Ny. Lauren Silas Leimena seluas 5 are maka luas seluruh tanah YPAC menjadi 10 are dengan sertifikat hak milik No. 342 tanggal 7 Juni 1985 bertempat di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung sebagai tempat kegiatan YPAC Bali. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat, para dermawan dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali.

B. Tujuan YPAC Bali

  1. 1. Meningkatkan diri mengembangkan kemandirian anak sesuai dengan potensi yang ada pada anak tesebut.
  2. 2. Membantu meningkatkan kesejahteraan sosial anak penyandang cacat.
  3. 3. Ikut serta menyukseskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah.

C. Visi YPAC Bali

‘Cacat atau tidak bukanlah ukuran kemampuan seseorang”. Berpedoman pada motto yang diucapkan oleh Prof. dr. Soeharso maka Visi YPAC Bali adalah :

  1. Bahwa anak cacat mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti anak-anak normal lainnya.
  2. Bahwa anak-anak sangat rentan mengalami ke cacatan. Pandangan terhadap anak-anak cacat dewasa ini sudah banyak mengalami kemajuan walaupun masih ada beberapa orang yang bersikap negatif terhadap mereka. Karena itu anak-anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan perhatian, perlakuan dan pembinaan (asah,asih,asuh) sehingga mereka bisa mengembangkan potensi dirinya secara maksimal. Dengan harapan mereka bisa mandiri da bersosialisasi dengan lingkungannya.

D. Misi YPAC Bali

YPAC Bali selalu berusaha meningkatkan pelayanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Untuk meningkatkan pelayanan tersebut pengurus YPAC sudah sejak lama merekrut Sumber Daya Manusia yang profesional dari berbagai disiplin ilmu yang benar-benar handal untuk mengantisipasi dan menjawab semua tantangan dimasa depan.
Sumber Daya Manusia yang dimaksud antara lain : Tenaga Guru, Fisioterapi, Tenaga Okupasi Terapi, Psikolog, Para Medis, Dokter Umum, Dokter Anak, Dokter Rehabilitasi Medik, Dokter Bedah dan para relawan lainnya.

Pola Pelayanan Anak

Prinsip dan Pola Pelayanan Anak dengan kecacatan adalah anak harus diperlakukan tanpa diskriminatif, melindungi kelangsungan hidup (Asah, Asih, Asuh), tumbuh kembangnya anak harus disesuaikan dengan kebutuhan anak itu sendiri.
Pola Pelayan Rehabilitasi kepada anak cacat harus bersifat menyeluruh melibatkan berbagai disiplin ilmu dengan memperhatikan usia dan kematangan anak tanpa mengesampingkan peranan orang tua/keluarga dan masyarakat.

A. PROGRAM KERJA

Program Kerja Pengurus yang dimaksud meliputi : Kaderisasi Pengurus, Penggalian Dana dan Pengadaan Sarana/Prasarana Sekolah dan Panti.

1. Program Kerja Jangka Pendek

Pembenahan manajemen meliputi semua institusi yang ada dibawah YPAC Bali seperti manajemen yayasan, manajemen sekolah dan manajemen panti. Kepengurusan institusi yang ada dibawah YPAC Bali ditata dan diatur sedemikian rupa dengan dilandasi rasa kekeluargaan dan transparan semua kegiatan yang akan dilaksanakan bisa berjalan lancar.
a. Kaderisasi Pengurus
YPAC Bali siap menerima siapa saja yang mau mengabdi menjadi relawan. Pengurus YPAC sudah banyak yang sepuh sehingga perlu adanya kaderisasi.
b. Pengalian / Sumber Dana
Panti YPAC Bali mendapat bantuan dana dari Pemerintah (Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Bali) berupa bantuan permakanan untuk anak-anak yang tinggal di Panti.
SLB D YPAC Bali juga mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Propinsi Bali untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pembelajaran, bantuan keterampilan hidup dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) buku pelajaran dari SDLB sampai SMPLB.

B. JENIS PELAYANAN

1. Pelayanan Pendidikan
Bentuk Pelayanan Sosial YPAC Bali adalah menyediakan asrama bagi anak-anak berkebutuhan khusus yan orang tuanya kurang mampu dan tempat tinggalnya jauh dari sekolah. Daya tampung asrama YPAC Bali hanya 25 orang, diantaranya : 15 anak putra dan 10 anak putri, dibimbing oleh dua orang tenaga tetap yayasan yang siap memberikan pembinaan kepada anak-anak asrama.

2. Pelayanan Pendidikan
Pendirian SLB B YPAC Bali dilakukan dengan SK. Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Bali No. 31/I.19/Kep/I.87 tangal 11 Maret 1987, sedangkan jenjang pendidikan yang akan dimulai dari TKLB-SMPLB.
SLB D YPAC Bali disamping menerima siswa tuna daksa juga menerima siswa berkebutuhan khusus lainnya. Jumlah siswa yang dibina sekarang sebanyak 59 orang.
Selain melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas SLB D YPAC Bali juga memberikan kegiatan ekstra kurikuler seperti Pramuka, keterampilan menjahit, menganyam dan keterampilan kayu.

3. Pelayanan Medis
Pelayanan medis yang diberika kepada siswa adalah perawatan kesehatan. Kujungan para dokter untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan kepada anak-anak SLB D YPAC Bali dilaksanakan sekali setiap bulan pada hari jumat-minggu kedua, dan bila diangap perlu kami melakukan tindakan medis lainnya berupa operasi.
Program ini merupakan kerjasama dengan Klinik Tumbuh Kembang Laboratorium Anak-Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah. Sedangkan pengambilan obat-obatan (obat tertentu) terkait dengan hasil pemeriksaan anak oleh para dokter dirujuk ke Puskesmas Bualu di Nusa Dua.
YPAC Bali juga bekerjasama dengan RSUP Kasih Ibu Kedonganan Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga dengan hal itu maka setiap anak diberikan kartu berobat “rawat jalan” tanpa dipungut biaya.

C. BIAYA OPERASIONAL

Biaya operasional YPAC Bali meliputi :

  1. Biaya operasi yayasan
  2. Sekolah
  3. Biaya makanan anak-anak asrama/panti
  4. Upah Guru dan karyawan honorer yang jumlahnya cukup besar

Dalam situasi sekarang ini apalagi dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang dilakukan Pemerintah akan mempersulit untuk memperoleh bantuan dana dari para donatur. Namun demikian segenap organ YPAC Bali tak pernah berhenti berupaya mengajak seluruh lapisa masyarakat agar ikut berperan serta dalam membantu meningkatkan kesejahteraan anak-anak cacat yang diasuh/dibina oleh YPAC Bali.

KEBERHASILAN DAN HAMBATAN

A. KEBERHASILAN

Ada beberapa yang patut disyukuri sebagai bentuk keberhasilan YPAC Bali dari tahun 1966-2007 :

  1. Merenovasi gedung sekolah, aula, asrama, dapur dan membangun tempat sembahyang.
  2. Ada beberapa alumni yang telah berhasil membuat usaha sendiri dan benar-benar telah hidup mandiri tanpa tergantung kepada orang lain.
  3. Keberhasilan dibidang olahraga (Porcada dan Porcanas) sehingga YPAC Bali ditunju oleh Badan Pembina Olahraga Cacat Popinsi Daerah Bali sebagai Pusat Pelatda Angkat Berat Bagi anak tunadaksa untuk persiapan mengikuti Porcanas di Kaltim pada bula Agustus 2008.

B. HAMBATAN

Hambatan yang paling dirasakan adalah sulitnya mencari dana dan calon relawan/pengurus yang siap mengabdi di YPAC Bali. Pengurus secara periodik telah melakukan upaya kaderisasi bagi calon relawan/pengurus melalui sosialisasi setiap ada pertemuan yang dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Walaupun telah melaksanakan upaya kaderisasi namun kenyataannya sangat sedikit yang mau aktif, hal ini disebabkan bahwa pada umumnya orang-orang tidak mau susah, apalagi dibebani untuk mengurus anak-anak dengan kecacatan yang sudah pasrti tidak akan mendapat imbalan.
Biaya Operasional YPAC Bali khususnya untuk asrama dan pendidikan semkakin lama semakin besar sedangkan sumber dananya semakin lama semakin sedikit. Karena itu pengurus selalu berupaya melakukan pendekatan kepada dermawan dan instansi terkait untuk turut memikirkan supaya kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus semakin baik.
Kendala lain adalah luas tanah yang dimiliki sangat sempit sehingga sulit untuk melaksanakan pengembangan pembangunan yang lebih maksimal prasarana merupakan bagian yang sangat diperlukan.

C. PENUTUP

Untuk mewujudkan tujuan visi dan misi YPAC Bali selalu mengharapkan peran dan dukungan seluruh masyarakat dan para donatur, karena tanpa kepedulian dari para simpatisan, masyarakat dan para donatur program ini tidak dapat terwujud.
Kenaikan harga BBM yang dilakukan Pemerintah dampaknya sangat besar terhadap para dermawan dan donatur YPAC Bali.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat perkembangan YPAC Bali, maka segenap organ yayasan dengan penuh rasa hormat mengetuk seluruh hati masyarakat, pengusaha, para dermawan dan relawan untuk ikut srta memperhatikan kesejahteraan anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi binaan YPAC Bali.

ORGANISASI dan KARYAWAN YPAC BALI

A. Organ YPAC Bali (2008-2013)

PEMBINA :

  • Ny. Ardhini Suardana
  • dr.AA.Ayu Srikandhyawati, SpRM
  • Ny. I Gst. Bagus Alit Putra
  • PENGAWAS : Dr. Murniari Danun, Sp.RM
  • Ny. Ida Bagus Tjitarsa
  • Drs. I Gst. Made Bagiadi

PENGURUS :

  • Ketua : Dra. Retno IG Kusuma, Psi
  • Wakil Ketua : Ni Ketut Sanjiwani, SE
  • Sekretaris : Drs. I Putu Nitiyasa
  • Bendahara : Ny. Widati Nukarna dan Inayanti Dusak

SEKSI-SEKSI :

  • Sie Dana :
    • Drg. Hartiningsih Saidi
    • Kurniawati Soetikno
    • Dr. Emelia Purwa
    • Ny. I Gst. Agung Gde Puthra
  • Sie Pendidikan :
    • Ni Made Trisna Susanti, S.Psi
    • Md. Nanda Setia Lestari, S.Psi
    • Sie Medik : dr. I G. A Endah Ardjana, Sp.KJ
    • dr. Ketut Suyasa, Sp.B.Op.
  • Sie Humas :
    • Hari Imam Wahyudi, S.Psi
    • I  Putu. Mas Harri Partha, S.Psi

B. Guru dan Karyawan
Jumlah tenaga guru dan karyawan yang ada di YPAC Bali sebanyak 15 orang diantaranya : 8 orang guru bantuan Departemen Pendidikan Nasional, 3 orang guru honorer, 1 orang tenaga fisioterapi, 1 orang tenaga okupasi terapi, 1 orang tenaga administrasi, 1 orang tenaga kebersihan dan 1 orang juru masak.

Sumber:  baliypac wordpress.com

157 - GMS - YPAC

157 – GMS – YPAC (Photo credit: Gerakan Mahasiswa Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s