Keindahan Wisata Pulau Sabang


Keindahan Wisata Pulau Sabang

Sobat Generus Indonesia, meski banyak dari kita yang mengaku orang Indonesia, tapi jarang yang benar – benar mengenal Indonesia. Hal itu mungkin dapat dimaklumi, karena kondisi negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang membentang dari barat hingga timur. Pada bagian terbarat negara kita ada sebuah pulau yang dikenal dengan nama Pulau We. Di sana terdapat satu kota yang sering kita dengar bahkan sering kita nyanyikan dalam salah satu lagu kebangsaan kita, tapi hanya sedikit dari kita yang mungkin pernah berkunjung ke sana, kota tersebut adalah Sabang. Sebenarnya Pulau We bukanlah pulau terluar atau terbarat dari indonesia, tetapi ada satu pulau kecil lagi yang dinamakan pulau Rondo. Mungkin dikarenakan pulau itu tidak berpenghuni, maka masyarakat indonesia lebih mengenal Pulau We sebagai pulau terbarat indonesia. Bahkan ada juga yang hanya mengenal kota Sabang tetapi tidak mengenal kota tersebut berada di pulau We.
Kota ini berpenghuni kurang lebih 24 ribu jiwa itu dahulunya adalah merupakan freeport, tetapi seperti yang kita ketahui bersama, pernah terjadi konflik yang berkepanjangan pada daerah NAD dan sekitarnya termasuk pulau We, oleh karenanya pelabuhan bebas ditutup oleh pemerintah untuk mencegah masuknya senjata-senjata ilegal ke indonesia.
Saat ini, freeport kota Sabang dibuka kembali oleh pemerintah seiring semakin kondusifnya keadaan daerah tersebut dan sebuah pelabuhan baru telah menanti untuk mendukung rencana tersebut. Sabang dapat ditempuh menggunakan kapal ferry cepat maupun lambat dari kota Banda Aceh, dengan ferry cepat dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dari Banda Aceh.
Seperti yang kita semua termasuk seluruh dunia ketahui bersama telah terjadi bencana Tsunami yang cukup menyedihkan bagi bangsa kita ini pada tanggal 24 desember 2004. Pulau We pada umumnya dan Sabang pada khususnya juga terkena dampak yang cukup menyedihkan, meskipun tidak menelan korban jiwa sebanyak daerah lainnya yang terkena tsunami. Banyak infrastruktur yang menjadi yang lumpuh akibat bencana tersebut.
Pada masa sekarang ini keadaan di kota Sabang maupun pulau We mulai kembali tumbuh seiring banyaknya bantuan dana dari negara-negara asing maupun lokal dan pemerintah untuk membangun Sabang dan sekitarnya.
Mata pencaharian penduduknya sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri dan mereka mengharapkan jika suatu saat freeport berjalan dan berkembang lagi mereka dapat mendapatkan penghasilan dari sektor perdagangan dan industri.
Di pulau ini juga ada sebuah monumen yang dinamakan Monumen Kilometer Nol. Pada monumen ini terdapat lambang burung Garuda di ujung atasnya. Monumen yang dibangun di pulau We ini sekitar 1 jam berkendara dari kota sabang.
Jalan menuju monumen kilometer sendiri kurang begitu bagus, mungkin hal ini dikarenakan jarang ada orang yang mengunjungi tempat tersebut atau mungkin juga sebaliknya karena akses yang buruk yang menyebabkan sedikit orang yang bisa mencapai tempat tersebut.
Namun satu hal yang pasti, hanya sedikit penduduk Indonesia yang pernah mengunjungi tempat tersebut. Hal ini dapat dilihat dari catatan dinas pariwisata setempat yang akan memberikan sertifikat kepada mereka yang sudah pernah mengunjungi tempat tersebut.
Satu hal yang menyenangkan saya dari kunjungan saya selama ini ke sana adalah, saya sangat senang selagi di Indonesia saya bisa melihat matahari terbenam di daerah paling barat Indonesia. Karena, memang begitulah seharusnya matahari akan selau terbenam di barat dan terbit di timur..(kaskus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s